Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - PLN menargetkan gardu listrik dapat kembali beroperasi di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh pada 4 Februari mendatang, setelah sempat terputus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025.
Ditemui di Pining, Gayo Lues, Sabtu, Pengawas Lapangan dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Blangkejeren, Rayyan Zaraary mengatakan pengerjaan listrik terus dikebut.
"Untuk yang sekarang kita kerjakan itu di Desa Pasir Putih. Targetnya itu penyalaan insya Allah mudah-mudahan kalau tidak ada halangan di tanggal 4 Februari," katanya di Gayo Lues, Sabtu.
Rayyan menyebutkan hingga kini proses pemulihan layanan kelistrikan di wilayah Kecamatan Pining mencapai 73 persen.
Baca juga: BWS tangani hulu-hilir DAS Peusangan Aceh pascabencana
Ia menjelaskan pihaknya memprioritaskan pemulihan gardu listrik terlebih dahulu, untuk kemudian ditarik aliran listrik ke masing-masing warga desa setelah mendapatkan informasi yang pasti.
"Setelah trafo itu (selesai), kita akan tarik lagi ke rumah pelanggan, karena masyarakat itu banyak yang sudah pindah. Jadi kita masih menunggu informasi apakah masyarakat itu tetap tinggal di situ atau mereka akan bergeser lokasi," ujarnya.
Rayyan menjelaskan infrastruktur kelistrikan wilayah Kecamatan Pining mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir 2025 lalu.
Sejumlah tiang dan kabel listrik juga dilaporkan rusak serta hilang akibat hanyut terseret arus banjir dan tertimbun material longsor.
Di samping itu, ia menjelaskan sejumlah kendala juga ditemui tim, di antaranya seperti banyaknya ruas jalan yang masih tertimbun material longsor, hingga terputus.
Baca juga: Pemkab Agam bantu terbitkan 1.822 adminduk penyintas bencana
Maka dari itu, PLN menyiagakan hingga 116 personel gabungan yang berasal dari berbagai daerah seperti Aceh, Banten, Bangka Belitung, hingga Kalimantan untuk mempercepat proses pemulihan listrik di Pining.
"Harapannya kami semua itu mudah-mudahan sebelum Ramadhan ini seluruh Gayo Lues itu bisa menyala 100 persen," ucap Rayyan Zaraary.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan kerja kolaboratif lintas sektor telah membuahkan kemajuan nyata di berbagai daerah terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Ia menggarisbawahi perbaikan infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum terus dikebut. Layanan dasar seperti listrik, internet, SPBU, air bersih, serta distribusi gas LPG juga terus dipulihkan secara bertahap.
"Banyak kemajuan yang sudah kita capai dalam memulihkan wilayah-wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Tito (26/1).
Baca juga: TNI-AD operasikan alat berat, pulihkan lintas Gayo Lues-Aceh Timur
Baca juga: Jalan terisolir, petani di Tukka panggul hasil kebun hingga 5 km
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































