Jakarta (ANTARA) - Film “12 Mile: Guiding the Archipelago” produksi MAI Productions menghadirkan perjuangan mendiang menteri luar negeri dan pahlawan nasional Mochtar Kusumaatmadja dalam mewujudkan negara kepulauan dan Wawasan Nusantara sebagai konsep yang diterima hukum internasional.
Menurut sutradara film “12 Mile” Tubagus Deddy, ketika generasi yang lebih tua mungkin hanya mengingat Mochtar ketika dulu diberitakan TVRI saat menjadi menteri luar negeri, Mochtar masih menjadi sosok pahlawan yang lebih kurang dikenal generasi muda.
“Dulu pun kami tak tahu apa yang beliau lakukan hingga menjadi pahlawan nasional. Namun, setelah kami meneliti, ternyata memang pemikiran Mochtar, meski sosoknya sederhana, adalah sekaliber internasional,” kata Deddy dalam konferensi pers jelang penayangan eksklusif film “12 Mile” di Jakarta Pusat, Rabu malam.
Ia menjelaskan bahwa premis film tersebut berangkat dari perjuangan diplomasi Indonesia selama 25 tahun untuk mewujudkan konsep negara kepulauan, dari yang ditentang negara-negara besar hingga dapat diakui dunia melalui UNCLOS 1982.
Baca juga: Diponegoro Hero, film tema pahlawan yang gunakan teknologi AI
Diperlihatkan pula bagaimana posisi Mochtar baik sebagai diplomat ulung maupun sebagai ayah dan kepala keluarga dalam film tersebut.
Deddy menyebut salah satu tantangan dalam pembuatan film “12 Mile” adalah menerjemahkan konsep dasar hukum-hukum laut internasional ke dalam bentuk audiovisual yang bisa diterima penonton.
Pasalnya, konsep hukum laut yang diperjuangkan Mochtar selama hidupnya mungkin akan terlalu rumit bagi penonton apabila disuguhkan begitu saja, kata sutradara yang juga terlibat sebagai penulis naskah di film "Ancika" (2024) itu.
Untuk mengatasinya, lanjut Deddy, pihaknya melakukan riset mendalam dengan mengkaji sumber akademik serta wawancara dengan saksi sejarah dan keluarga Mochtar.
Sementara itu, aktor Erlangga Noor mengaku telah mengemban tanggung jawab yang cukup berat dengan menjadi pemeran utama dalam film tersebut, khususnya karena Mochtar merupakan tokoh besar dalam diplomasi dan bahkan adalah pahlawan nasional.
Baca juga: Sinopsis film "Marsinah: Cry Justice" kisah perjuangan pahlawan buruh
“Saya merasa terhormat bisa memainkan sosok yang begitu fenomenal di kampus saya, Universitas Padjadjaran – mungkin sudah takdirnya – dan saya merasa Prof. Mochtar seperti ‘menunjuk’ saya untuk memerankan beliau di film ini,” kata Erlangga, menyoroti dirinya yang satu almamater dengan Mochtar.
Ia pun meyakini bahwa film “12 Mile” tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap jasa Mochtar Kusumaatmadja yang membuat Indonesia menjadi negara kepulauan yang diakui dunia.
Film “12 Mile” akan ditayangkan di bioskop-bioskop nasional dalam waktu dekat, dan untuk mempromosikan film tersebut, akan diselenggarakan acara nonton bareng di sejumlah perguruan tinggi serta perwakilan RI di luar negeri.
Baca juga: Film KHD angkat kisah hidup pahlawan pendidikan
Baca juga: Kemenbud: Sinema 2025 upaya cetak film kepahlawanan yang berkualitas
Baca juga: Delapan kisah pahlawan nasional yang diangkat ke film
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































