Tokyo (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping pada Rabu menyatakan dukungannya terhadap pembicaraan trilateral yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina dalam konferensi video dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kantor berita Rusia, Tass, melaporkan bahwa dalam pertemuan virtual tersebut, Putin menyampaikan kepada Xi penilaiannya terbaru mengenai upaya untuk menemukan solusi damai atas konflik Ukraina, kata penasihat Kremlin Yury Ushakov.
Pembicaraan tiga pihak yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat itu berlangsung di Abu Dhabi.
Ushakov juga mengatakan bahwa Putin dan Xi juga membahas situasi terkait Iran serta perkembangan di Venezuela dan Kuba, di tengah meningkatnya ketegangan antara negara-negara tersebut dengan Amerika Serikat.
Xi menekankan pentingnya bagi Beijing dan Moskow bekerja sama untuk menjaga stabilitas, mengingat situasi internasional telah “menjadi semakin bergejolak sejak awal tahun,” menurut Kementerian Luar Negeri China. Pernyataan itu dinilai merujuk pada operasi militer AS di Venezuela pada Januari lalu.
Kedua pemimpin tersebut turut membahas Perjanjian New START yang akan berakhir pada Kamis, yang merupakan satu-satunya perjanjian yang tersisa yang membatasi persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Rusia.
Putin mengatakan kepada Xi bahwa Moskow akan “bertindak secara terukur dan bertanggung jawab berdasarkan analisis menyeluruh terhadap situasi keamanan secara keseluruhan,” lapor Tass.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa China, sebagai kekuatan nuklir utama lainnya, juga seharusnya menjadi bagian dalam kerangka pengendalian senjata.
Xi mengundang Putin untuk melakukan kunjungan resmi ke China pada paruh pertama tahun ini, dan undangan tersebut diterima oleh presiden Rusia, kata Ushakov, seraya menambahkan bahwa tanggal dan rincian kunjungan akan diatur kemudian.
Presiden China juga mengundang Putin untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan digelar di Shenzhen, China selatan, pada November mendatang.
Dikarenakan pertemuan daring itu berlangsung menjelang Tahun Baru Imlek, yang dikenal sebagai Festival Musim Semi di China, Putin memuji hubungan bilateral kedua negara dengan mengatakan bahwa “setiap musim adalah musim semi” bagi hubungan Rusia-China, menurut Tass.
Xi dan Putin sepakat untuk semakin memperkuat kemitraan kerja sama strategis antara kedua negara, kata Kementerian Luar Negeri China.
Sumber: Kyodo
Baca juga: AS, Rusia dan Ukraina kembali bertemu di meja perundingan, Rabu
Baca juga: NATO siap kerahkan pasukan ke Ukraina usai kesepakatan damai
Baca juga: Menlu Rusia: Kehadiran militer Barat di Ukraina tak dapat diterima
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































