Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk beberapa proyek hilirisasi pada Februari 2026.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan, beberapa proyek strategis itu, diantaranya Proyek Bauksit, Alumunium, Bioavtur, Refinery (Kilang), hingga Proyek Budidaya Unggas.
“Itu ada bauksit, aluminium di Balikpapan, kemudian ada bioavtur, kemudian ada refinery juga. Kemudian ada (budidaya) unggas di lima tempat,” ujar Rosan dalam wawancara cegat seusai acara bertajuk "Semangat Awal Tahun 2026" di Jakarta, Rabu.
Terkait dengan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME), Ia mengatakan bahwa kemungkinan proyek tersebut juga akan dilakukan groundbreaking pada Februari 2026.
Baca juga: Indonesia siap tarik investasi global di World Economic Forum Swiss
“Saya lupa, kalau nggak salah itu (DME) Februari deh,” ujar Rosan.
Untuk Proyek DME, Rosan menjelaskan bahwa akan dilakukan analisa terlebih dahulu terkait teknologi yang akan diimplementasikan ke dalam proyek tersebut.
“Kalau teknologinya kita dianalisa oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa. Jadi kita baru mau meetingin sih hari ini,” ujar Rosan.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan untuk melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi pada Februari 2026, dengan total nilai investasi mencapai 6 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Baca juga: Hadiri WEF, Danantara siap tawarkan investasi sektor ketahanan pangan
Dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Prabowo menyebut proyek hilirisasi menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.
"Kita juga dalam waktu berapa minggu ini, kita akan mulai. Kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11 (proyek). Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar (AS)," ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa proyek hilirisasi akan dibarengi dengan masuknya investasi besar-besaran dari luar negeri, sehingga pemerintah menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola proyek.
"Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk kita. Untuk itu harus benar-benar siapkan awak, siapkan manajemen, siapkan manager-manager muda yang bisa menjaga mengelola proyek-proyek ini," ujar Prabowo.
Baca juga: Akademisi: Danantara fondasi agar ekonomi jangka panjang tidak rapuh
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































