BPS DKI sebut inflasi pada bulan Lebaran cenderung tinggi

2 days ago 6

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan angka inflasi bulanan Jakarta pada bulan yang bertepatan dengan Idul Fitri cenderung cukup tinggi, setidaknya dalam lima tahun terakhir.

"Pada bulan bertepatan dengan Idul Fitri selalu terjadi inflasi yang cukup tinggi dikarenakan meningkatnya permintaan jumlah barang dan jasa," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan beberapa komoditas tercatat memberikan andil inflasi yang tinggi saat momen Lebaran 2022 yang jatuh pada Mei, yaitu telur ayam ras, angkutan udara, bawang merah, bawang putih, serta nasi dengan lauk. Tingkat inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,06 persen.

Selanjutnya pada 2023, komoditas penyumbang inflasi tertinggi saat Idul Fitri yang jatuh pada April, yakni angkutan udara, daging ayam ras, emas perhiasan, telur ayam ras, dan angkutan antarkota. Tingkat inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,40 persen.

Berikutnya pada 2024, komoditas penyumbang inflasi pada momen Lebaran yang jatuh pada April, yakni emas perhiasan, bawang merah, angkutan udara, dan angkutan antarkota. Angka inflasi pada bulan itu sebesar 0,26 persen.

Baca juga: Inflasi DKI Jakarta pada Maret 2026 capai 0,51 persen

Sementara pada 2025, dengan momen Idul Fitri yang jatuh pada Maret, tingkat inflasi bulanan mencapai 2,00 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi itu, di antaranya tarif listrik, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, dan cabai merah.

"Tingginya inflasi tarif listrik pada Maret 2025 terjadi akibat berakhirnya diskon tarif listrik pada bulan sebelumnya," ujar Kadarmanto.

Pada 2026, momen Idul Fitri jatuh pada Maret, dan beberapa komoditas yang harganya tercatat naik serta memberikan andil inflasi tertinggi, yaitu daging ayam ras, bensin, angkutan antarkota, beras, dan cabai merah.

Sementara itu, inflasi Jakarta secara bulanan pada Maret 2026 sebesar 0,51 persen, yang didominasi peningkatan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,46 persen, serta memberikan andil inflasi sebesar 0,30 persen,

Kadarmanto mengatakan berbagai komoditas penyumbang inflasi tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran yang bermanfaat dalam upaya pengendalian inflasi pada momen Lebaran tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Inflasi tahunan Jakarta capai 4,91 persen pada Februari 2026

Baca juga: BPS DKI sebut daging ayam ras selalu beri andil inflasi saat Ramadhan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |