Ujian nyata kemitraan Indonesia–Jepang

2 days ago 7
... apakah kerja sama dengan Jepang mampu mendorong transfer teknologi yang nyata dan terukur atau sekadar memperhalus bentuk ketergantungan lama.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang ekonomi, investasi, dan pembangunan industri masa depan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026) lalu.

Menurut Prabowo, Jepang merupakan mitra penting yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia selama beberapa dekade. Ia juga mengapresiasi peran perusahaan-perusahaan Jepang yang telah lama berinvestasi dan memahami karakter pasar serta masyarakat Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa kehadirannya di forum tersebut tidak hanya untuk melanjutkan kerja sama yang sudah ada, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kemitraan ke tingkat yang lebih tinggi. Ia meyakini bahwa kolaborasi ekonomi yang kuat dapat mempererat hubungan sekaligus menciptakan stabilitas jangka panjang.

Selama puluhan tahun, hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang bisa dikatakan relatif stabil dan mudah diprediksi. Jepang menyuntikkan modal, teknologi, dan keahlian manajemen, sementara Indonesia menyediakan pasar yang luas dan sumber daya alam melimpah. Investasi Jepang di Tanah Air terlihat nyata di sejumlah sektor, mulai dari otomotif, elektronik, hingga energi terbarukan dan manufaktur.

Pertanyaannya adalah: apakah Indonesia hanya akan tetap menjadi lokasi proyek investasi semata atau kita ikut menentukan arah industri masa depan?

Baca juga: Kadin nilai forum RI-Jepang pacu Indonesia keluar middle income trap

Kendaraan Listrik

Data global memberi petunjuk yang cukup jelas. Menurut laporan Global EV Outlook dari International Energy Agency (IEA), permintaan kendaraan listrik melonjak signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, penjualan mobil listrik global pada awal 2025 tercatat meningkat lebih dari 35 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini bukan tren sesaat yang akan hilang. Ini pergeseran struktur industri yang akan bertahan lama.

Jepang, dengan semua reputasinya, tentu tidak mau tertinggal dalam pergeseran struktur industri ini. Jepang punya teknologi yang matang dan jaringan industri global yang kuat, tapi juga butuh sesuatu yang tidak dimilikinya, yakni akses bahan baku dan pasar yang terus tumbuh menjadi kebutuhan strategis.

Di sinilah Indonesia bisa berperan sebagai aktor penting. Kita punya cadangan nikel terbesar di dunia. Pasar domestik juga besar dan terus berkembang. Belum lagi ditambah bonus demografi. Kombinasi aspek-aspek tersebut sulit diabaikan.

Dalam khazanah hubungan internasional, kondisi seperti itu bisa dibaca lewat kacamata liberalisme ekonomi. Negara bekerja sama karena saling membutuhkan. Interdependensi dianggap menciptakan keuntungan bersama. Secara teori, semua pihak akan diuntungkan.

Baca juga: Jepang dan RI siap kerja sama atasi dampak konflik Timur Tengah

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |