Putri KW jadikan hasil tur Eropa sebagai modal di Kejuaraan Asia 2026

2 days ago 6

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani menjadikan hasil dari rangkaian turnamen tur Eropa sebagai modal menuju Kejuaraan Asia (BAC) 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China pada 7–12 April.

Putri mengatakan pencapaiannya menembus final Super 300 Swiss Open (10-15 Maret) dan perempat final Super 1000 All England (3-8 Maret) menjadi modal berharga, meski ia mengakui masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki, terutama saat tampil di partai puncak Swiss Open.

“Bersyukur bisa naik podium di Swiss walaupun masih di posisi kedua. Tapi memang masih banyak kekurangan, terutama di final karena menurut saya permainan saya belum bisa keluar sepenuhnya dan lawan juga bermain sangat baik,” kata Putri di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Pada final Swiss Open 2026, Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand Supanida Katethong setelah kalah dua gim langsung dengan skor 11-21, 15-21.

Sementara itu pada All England, Putri mengaku cukup puas mampu mencapai perempat final meski harus kembali takluk dari pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young, dengan skor 11-21, 14-21. Ia mengaku pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan konsistensi permainannya.

“Di All England juga cukup senang bisa sampai perempat final. Walaupun kalah lagi, saya banyak belajar dari pertandingan itu,” ujarnya.

Putri mengatakan salah satu fokus utamanya ke depan adalah memastikan dapat mengeluarkan seluruh kemampuan di lapangan tanpa terlalu terbebani oleh hasil akhir pertandingan.

Baca juga: Sabar/Reza maksimalkan sparing di Pelatnas PBSI jelang Kejuaraan Asia

Menurut dia, ketika mampu bermain lepas dan mengeluarkan seluruh kemampuan, peluang untuk meraih hasil positif akan terbuka dengan sendirinya.

“Ke depan kalau misalnya terjadi lagi situasi seperti itu, saya tidak mau terlalu memikirkan menang atau kalah. Yang penting saya bisa mengeluarkan semua permainan saya. Kalau permainan bisa keluar, biasanya pertandingan juga jadi lebih enak,” kata Putri.

Menghadapi Kejuaraan Asia 2026, Putri juga mewaspadai ketatnya persaingan, khususnya dari pemain-pemain Asia yang dinilainya memiliki kualitas yang merata.

“Kalau di Asia pemainnya banyak yang bagus, jadi saya harus bisa tampil lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya,” ujarnya.

Terkait target musim ini, Putri berharap dapat kembali meraih hasil terbaik sekaligus menjaga konsistensi performanya di setiap turnamen.

“Target pasti ingin bisa naik podium lagi. Yang penting berusaha tampil maksimal di setiap kesempatan,” kata Putri.

Dalam tiga penampilan terakhir di Kejuaraan Asia, Putri selalu terhenti di babak pertama. Pada edisi terakhir, ia kalah dari unggulan pertama asal China Wang Zhiyi melalui pertandingan tiga gim dengan skor 22-20, 16-21, 12-21.

Meski demikian, Putri menjadikan catatan tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki pencapaiannya pada edisi tahun ini.

“Ya nanti dibuktikan saja di lapangan. Itu jadi tantangan buat saya supaya bisa tampil lebih baik,” ujar Putri.

Baca juga: Indonesia turunkan 17 wakil pada Kejuaraan Asia 2026 di China

Baca juga: Fadil Imran: Penghargaan Badminton Asia jadi penguat reformasi PBSI

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |