RI optimalkan semua platform perjuangkan perdamaian di Timteng

4 hours ago 2
Berbagai hal yang dilakukan di berbagai forum itu harapannya dapat menjadi komplemen

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan akan memanfaatkan semua platform dalam mekanisme internasional, tak terkecuali BRICS, untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah serta berakhirnya perang di Iran dan Lebanon.

"Dalam berbagai forum, berbagai kesempatan, kami berusaha mendorong perbaikan kondisi di seluruh dunia, termasuk tentunya di kawasan Timur Tengah," kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto di Jakarta, Rabu.

Usai acara Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026, Santo mengatakan pihaknya akan terus memerhatikan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta antara Israel dan Lebanon.

Baca juga: Rektor UIN Jakarta: Indonesia harus manfaatkan momen stabilitas global

Di saat yang sama, Indonesia juga senantiasa menyampaikan harapan agar negosiasi yang berlangsung tersebut berhasil mencapai hasil konkret, yaitu stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah secara keseluruhan.

Indonesia pun menghormati keputusan pihak berkonflik untuk menentukan platformnya sendiri untuk merundingkan perdamaian, seperti Iran dan AS yang menjadikan Pakistan sebagai mediator.

"Berbagai hal yang dilakukan di berbagai forum itu harapannya dapat menjadi komplemen terhadap upaya-upaya yang sedang dilakukan pihak terkait," kata Santo.

Dia juga memastikan Indonesia akan selalu aktif memperjuangkan perdamaian pada platform maupun forum di mana Indonesia menjadi bagiannya.

Baca juga: RI mengamankan alternatif sumber energi di tengah perundingan AS-Iran

Untuk diketahui, Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss pada Minggu (21/6) telah menunjukkan kemajuan signifikan untuk mengakhiri konflik di Lebanon serta mengurangi tekanan terhadap perekonomian di Iran.

Menlu Araghchi mengatakan hal itu setelah Qatar dan Pakistan mengumumkan ada kemajuan penting dalam upaya diplomatik antara AS dan Iran.

Dalam pernyataan bersama, Qatar dan Pakistan juga menyampaikan para pihak sepakat membentuk mekanisme koordinasi bersama, dengan melibatkan Lebanon, untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai memorandum yang telah dicapai AS dan Iran.

Kedua pihak disebut juga telah menyetujui pembentukan suatu Komite Tingkat Tinggi untuk mengawasi pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang telah ditandatangani.

Sementara itu, terkait perundingan Lebanon dan Israel, negosiasi langsung putaran baru sedang berlangsung di Washington D.C., Amerika Serikat, pada 23-25 Juni.

Baca juga: Hassan Wirajuda: RI harus terus pantau dinamika negosiasi AS dan Iran

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |