Purbaya: Pertumbuhan ekonomi 6 persen ciptakan 2,4 juta lapangan kerja

3 weeks ago 13

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen diperkirakan dapat menciptakan sekitar 2,4 juta lapangan pekerjaan.

Purbaya menjelaskan kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, bahwa perkiraan tersebut berasal dari perhitungan bahwa setiap pertumbuhan 1 persen produk domestik bruto (PDB) dapat menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja.

“Kalau 1 persen yang sekarang 400 ribu. Kalau 6 (persen), kali 4 (ratus ribu), berarti 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan 6 persen,” kata Purbaya.

Namun, menurut dia, proyeksi tersebut belum cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang masih berusia kerja. Dia memperkirakan seluruh tenaga kerja itu baru akan terserap bila perekonomian tumbuh pada rentang 6,5-6,7 persen.

“Makanya, kami ingin ekonominya pelan-pelan makin tumbuhnya makin cepat, sehingga orang yang masih berusia kerja terserap dan pengangguran terserap juga,” jelasnya.

“Kalau pertumbuhan 5 persen nggak cukup, makanya kita gini-gini saja. Kita baru menuju 6 persen kan semester kedua ini. Tahun depan 6 persen, tahun depannya lagi kami desain akan lebih cepat lagi,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Ekraf jadi alternatif lapangan kerja bagi 82 persen pengangguran gen Z

Baca juga: Menteri UMKM ajak mahasiswa berwirausaha dan ciptakan lapangan kerja

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 dapat mencapai 6 persen secara tahunan (year on year/yoy), sebagaimana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan, target pertumbuhan ini lebih tinggi dari target APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen.

Inflasi pada 2027 akan dijaga pada kisaran 2,5 persen, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan 6,9 persen, serta nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp17.500 per 1 dolar Amerika Serikat (AS).

Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar AS per barel, lifting minyak ditargetkan 610.000 barel per hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak per hari.

Selanjutnya, kemiskinan pada 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen, dibandingkan target APBN 2026 yang sebesar 6,5 sampai 7,5 persen. Hal ini didukung dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif.

Adapun tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 4,30 sampai 4,87 persen, dari 4,44 sampai 4,96 persen di tahun 2026.

Selain itu, rasio gini ditargetkan membaik menjadi 0,362 sampai 0,367 dari target tahun ini 0,377 sampai 0,380, serta indeks modal manusia meningkat menjadi 0,575.

Baca juga: Pembenahan sektor riil dapat selamatkan investasi dan lapangan kerja

Baca juga: CORE: Stimulus ke dunia industri bisa membuka lapangan kerja formal

Baca juga: Indef menilai penguatan sektor produktif kunci perluas lapangan kerja

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |