Puncak arus mudik di Terminal Rambutan minim kriminalitas

3 days ago 8

Jakarta (ANTARA) - Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, berlangsung kondusif dengan minim laporan tindak kriminalitas.

"Kami sudah mengecek ke pos pengamanan, dan laporan sementara, belum ada kejadian, seperti copet atau tindak kriminal lainnya," kata Wakil Kepala Operasi Pusat Ketupat Jaya 2026 Mabes Polri Brigjen Suhendri saat meninjau posko pelayanan dan keamanan mudik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu.

Dia menyebutkan meski jumlah pemudik meningkat signifikan, situasi keamanan tetap terjaga berkat kesiapsiagaan petugas di lapangan.

"Aman terkendali, saat ini belum ditemukan adanya kasus kejahatan menonjol selama puncak arus mudik," tegas Suhendri.

Dia menjelaskan laporan yang masuk dari masyarakat sejauh ini hanya sebatas kehilangan barang pribadi, seperti KTP, kartu ATM, dan dokumen penting lainnya.

"Yang ada hanya laporan kehilangan, itu pun tidak banyak dan masih bisa ditangani," ucap Suhendri.

Di sisi lain, jumlah pemudik di terminal tersebut terus mengalami peningkatan. Hingga pukul 13.00 WIB, tercatat sekitar 3.000 pemudik telah diberangkatkan.

"Saat ini, sudah 3.000 pemudik, dan diperkirakan jumlahnya mencapai hampir 5.000 orang hingga sore hari," ujar Suhendri.

Meski terjadi lonjakan penumpang, pengamanan di Terminal Kampung Rambutan dinilai berjalan optimal.

Petugas gabungan dari berbagai unsur disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk area keberangkatan, ruang tunggu, dan pos pengamanan.

Kehadiran petugas itu dinilai efektif dalam mencegah potensi gangguan keamanan, sekaligus memberikan rasa aman bagi para pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.

Suhendri menegaskan pihaknya terus meningkatkan pengawasan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa puncak mudik.

"Kami ingin memastikan masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," tegas Suhendri.

Wakil Kepala Operasi Pusat Ketupat Jaya 2026 Mabes Polri Brigjen Suhendri meninjau posko pelayanan dan keamanan mudik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

Baca juga: Bus tambahan disiapkan untuk layani pemudik di Kampung Rambutan

Lebih lanjut, Suhendri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga barang bawaan, serta mengikuti arahan petugas selama berada di terminal maupun dalam perjalanan.

"Semoga masyarakat bisa tertib, sehingga mudik berjalan lancar dan selamat sampai tujuan, sesuai tagline kami, mudik aman, keluarga bahagia," tutur Suhendri.

Sebagai informasi, Terminal Kampung Rambutan menyiapkan tiga posko terpadu yang menjadi pusat pelayanan sekaligus pengamanan bagi penumpang.

Di posko tersebut, berbagai unsur petugas ditempatkan untuk memberikan pelayanan informasi, membantu penumpang, serta melakukan pengawasan keamanan di area terminal yang menjadi salah satu titik keberangkatan pemudik di Jakarta Timur.

Pengamanan itu melibatkan aparat kepolisian dari berbagai satuan, mulai dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur hingga Polsek Ciracas.

Personel kepolisian tersebut bertugas melakukan patroli, pengawasan, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa arus mudik.

Selain kepolisian, unsur TNI juga dilibatkan dalam pengamanan. Personel berasal dari Kodim Jakarta Timur serta Koramil Pasar Rebo yang turut membantu menjaga situasi keamanan di kawasan terminal.

Tak hanya aparat keamanan, sejumlah instansi pendukung juga turut dilibatkan dalam operasional posko, di antaranya petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran, Pramuka, hingga organisasi masyarakat lainnya bersiaga untuk membantu pelayanan kepada penumpang serta mengantisipasi kondisi darurat.

Baca juga: Menko Polkam soroti layanan inklusif bagi pemudik di Terminal Rambutan

Baca juga: Tinjau Terminal Rambutan, Menko Polkam sebut pelayanan mudik memadai

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |