Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Puluhan tim robotika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti visitasi secara daring menjelang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 yang akan digelar di Kampus Universitas Jember (Unej) pada 9-12 Juli 2026.
Kegiatan visitasi daring terhadap 40 tim robotika terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu dilaksanakan di Lantai 3 Gedung Kewirausahaan Unej, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.
"Kompetisi itu merupakan bagian dari rangkaian seleksi nasional untuk menentukan tim yang akan mewakili Indonesia pada ABU Robocon (Asia-Pacific Broadcasting Union Robot Contest) tingkat Asia-Pasifik," kata Ketua Pelaksana Visitasi KRAI 2026 yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Unej Bambang Sujanarko di kampus setempat.
KRAI 2026 mengusung tema "Kung Fu Quest" dan menjadi ajang seleksi wakil Indonesia untuk ABU Asia-Pacific Robot Contest 2026 di Hong Kong. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang mengembangkan dua robot yang mampu bekerja secara terintegrasi dan menjalankan sejumlah misi secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi sensor, sistem kendali, kecerdasan buatan, serta rekayasa mekanik.
Dalam pelaksanaan visitasi daring, setiap tim peserta diwajibkan menggunakan empat akun Zoom secara bersamaan. Satu akun digunakan oleh ketua tim untuk mempresentasikan desain robot dan berkomunikasi dengan dewan juri, sedangkan tiga akun lainnya difungsikan sebagai kamera lapangan untuk menampilkan proses demonstrasi robot dari berbagai sudut pengamatan.
"Mekanisme tersebut diterapkan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan menyeluruh karena kesiapan infrastruktur teknologi informasi menjadi salah satu aspek penting yang dipersiapkan Unej sebagai tuan rumah KRAI 2026," tuturnya.
Untuk menjamin objektivitas dan kualitas seleksi, proses visitasi daring KRAI 2026 melibatkan enam dewan juri yang merupakan pakar robotika dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia diantara nya yaitu Dr. Eng. Gigih Prabowo dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Dr. Ir. Soni dari Institut Teknologi Bandung, dan Prof Benyamin Kusumoputro dari Universitas Indonesia.
Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej, Dr. Fendi Setyawan saat membuka kegiatan secara resmi mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan pengembangan teknologi di tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang berlangsung sangat cepat.
"Kampus harus menjadi pusat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. KRAI tahun ini diselenggarakan dengan jadwal yang lebih awal karena Indonesia harus mempersiapkan wakil terbaik untuk kompetisi internasional di Hong Kong," katanya.
Ia menjelaskan pelaksanaan visitasi daring tidak hanya menjadi sarana evaluasi peserta, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Unej untuk memperoleh berbagai masukan terkait kesiapan penyelenggaraan KRAI Nasional.
"Berbagai saran dan evaluasi yang diberikan peserta maupun dewan juri akan menjadi bahan penyempurnaan menjelang pelaksanaan kompetisi di Kampus Unej," ujarnya.
Tim robotika peserta visitasi daring KRAI di antaranya berasal dari ITB, ITS, Universitas Indonesia, Unair, UGM, Universitas Jambi, Unsud, Unhas, Universitas Sam Ratuangi, Universitas Syiah Kuala dan Undip.
Baca juga: Kecoa "robot" Undip sabet medali emas Malaysia Technology Expo 2026
Baca juga: Mahasiswa UMM ciptakan robot edukasi atasi anak kecanduan gawai
Baca juga: Mahasiswa ITS jadi juara pertama kompetisi robot kapal di AS
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































