Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mendorong generasi muda mengadopsi teknologi hijau lewat acara Invirotech 2026 untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim.
"Saya mengajak seluruh peserta Invirotech 2026 untuk menjadikan forum ini sebagai momentum mempercepat aksi nyata. Mari kita dorong kerja sama konkret, adopsi teknologi, penguatan kapasitas, investasi hijau, kemitraan riset, dan implementasi di lapangan," kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat saat membuka pameran Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech) 2026 di JCC, Jakarta, Kamis.
Ia meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemimpin dalam aksi lingkungan dan iklim karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar, bentang alam yang luas, masyarakat yang tangguh, generasi muda yang kreatif, serta potensi inovasi yang terus berkembang.
"Ini harus dikelola dengan tanggung jawab, dengan visi jangka panjang dan dengan kerja nyata yang terukur. Pembangunan tidak boleh lagi ditempatkan berhadapan dengan perlindungan lingkungan, keduanya harus berjalan bersama," kata Jumhur Hidayat.
Baca juga: 191 stasiun BMKG di daerah terbuka untuk pendampingan mitigasi iklim
Di Invirotech 2026, tercatat ada 99 peserta dari kementerian/lembaga, pemda, BUMN, perusahaan swasta nasional dan asing, organisasi internasional, komunitas, startup, dan perguruan tinggi.
Mereka menampilkan berbagai inovasi di bidang pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran air dan udara, waste to energy, energi terbarukan, konservasi air dan tanah, pemantauan kualitas lingkungan, digitalisasi lingkungan, hingga teknologi pendukung pembangunan rendah karbon.
Sementara jumlah peserta di hari pertama pameran mencapai 4.000 orang, termasuk lebih dari 3.000 pelajar dan mahasiswa yang mewakili generasi Z.
"Invirotech 2026 memiliki arti strategis. Kegiatan ini bukan hanya pameran, bukan hanya konferensi, dan bukan hanya pertemuan seremonial. Invirotech 2026 adalah ruang untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan, teknologi dengan persoalan lapangan, inovasi dengan kebijakan, serta komitmen dengan implementasi," kata Jumhur Hidayat.
Ketua Pelaksana Invirotech 2026 yang juga Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LH/BPLH Rasio Ridho Sani menambahkan bahwa upaya menjaga lingkungan hidup membutuhkan komitmen dan kolaborasi lintas sektor.
"Lingkungan hidup telah menjadi agenda bersama lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas generasi. Pemerintah dapat menyusun kebijakan dan memperkuat pengawasan. Tetapi perubahan tidak akan cukup apabila tidak didukung oleh dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat," kata Rasio Ridho Sani.
Dalam Invirotech 2026, juga dilakukan pemberian penghargaan Kalpataru kepada 16 orang pejuang lingkungan hidup, dan penganugerahan lifetime achievement award kepada tokoh lingkungan hidup Indonesia Profesor Emil Salim.
Invirotech 2026 akan berlangsung selama tiga hari sejak 11 hingga 13 Juni 2026.
Baca juga: Laporan pemantau iklim UE sebut Mei 2026 terhangat kedua secara global
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































