Jakarta (ANTARA) - Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS di Indonesia Peter Haymond mengatakan Amerika Serikat akan terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi, mineral kritis, investasi, dan keamanan.
"Kita akan terus bekerja sama di bidang teknologi baru, mineral kritis, pembangunan lingkungan bisnis yang dapat mendorong investasi asing ke Indonesia, dan bidang keamanan," kata Haymond dalam konferensi pers "Independence Day 2026: 250 Years of American Independence" di Jakarta, Kamis (11/6) malam.
Menurut dia, AS akan terus mendukung upaya Indonesia menciptakan iklim usaha yang kondusif guna memperluas perdagangan dan investasi.
Haymond mengatakan kerja sama keamanan tidak hanya mencakup isu tradisional seperti perlindungan perbatasan dan penegakan hukum maritim, tetapi juga tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi.
Ia menilai kecerdasan buatan (AI) memiliki manfaat besar, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk tindak kejahatan seperti penipuan dan perjudian daring.
"Jadi, kami perlu bekerja sama dengan Indonesia dan mitra lainnya untuk melawan tantangan-tantangan keamanan baru tersebut, seperti perjudian daring dan penipuan daring," ujarnya.
Selain itu, Haymond mengatakan AS ingin memperkuat kemitraan pendidikan dengan Indonesia agar semakin banyak pelajar Indonesia dapat menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Menurut dia, kerja sama tersebut dapat diperluas melalui program beasiswa, pertukaran pendidikan, serta pemanfaatan teknologi digital dan pembelajaran daring.
"Kita juga bisa berbagi materi pengajaran karena kedua negara kita peduli pada generasi muda sebagai masa depan negara kita," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Haymond mengatakan perjalanan yang dilakukannya ke berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun lalu semakin memperkuat keyakinannya bahwa hubungan Indonesia-AS merupakan salah satu kemitraan terpenting di kawasan Asia-Pasifik.
"Saya yakin kemitraan AS-Indonesia akan terus tumbuh lebih kuat dan mencapai tingkatan baru di tahun-tahun mendatang," ujarnya dalam acara itu, yang juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah RI, diplomat, serta perwakilan negara sahabat.
Baca juga: Gubernur Sulsel sampaikan pesan perdamaian ke Kedubes AS
Baca juga: Kedubes AS ingin bantu tingkatkan kunjungan turis di Bali
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































