Jakarta (ANTARA) -
Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi Amalia Indah Permata, M.Psi., Psikolog mengatakan orang tua perlu menerapkan kasih sayang dan kontrol yang seimbang kepada setiap anak untuk mencegah munculnya perasaan diperlakukan tidak adil di dalam keluarga.
“Terlepas dari berapa pun jumlah anak, orang tua perlu memiliki kontrol dan kasih sayang yang seimbang pada setiap anak. Adil dan bijak bukan berarti semua perlakuan harus sama, namun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak,” kata psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut.
Menurut Amalia saat dihubungi ANTARA, Rabu (11/2), perlakuan adil tidak selalu berarti sama, melainkan disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan tahap tumbuh kembang masing masing anak.
Baca juga: Psikolog: Anak tengah rentan merasa terabaikan dalam keluarga
Pembahasan mengenai rasa pilih kasih orang tua terhadap anak kembali ramai dibicarakan di media sosial setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, mencuat. Sejumlah warganet mengaitkan pengalaman sebagai anak tengah dengan perasaan kurang diperhatikan dalam keluarga.
Amalia menyarankan orang tua menyediakan waktu khusus bagi setiap anak secara rutin agar anak merasa dilihat dan dihargai.
“Luangkan special time (waktu khusus) untuk masing-masing anak minimal 15 menit setiap hari. Special time berarti menghabiskan waktu bersama anak tanpa banyak instruksi, biarkan anak memilih kegiatannya atau sekadar bercerita,” ujarnya.
Baca juga: Dinamika si anak tengah dalam keluarga menurut psikolog
Selain itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat agar anak merasa aman menyampaikan perasaan dan memudahkan orang tua memberi pemahaman.
Ia juga menekankan pentingnya orang tua mengamati karakter, minat, dan kepribadian anak, serta melakukan validasi emosi saat anak menunjukkan rasa cemburu atau tidak adil.
Baca juga: Hilangnya sosok ayah berpengaruh pada mental anak
“Validasi emosi yang anak rasakan. Pada keluarga dengan lebih dari dua anak, rasa cemburu bisa muncul karena perbedaan kebutuhan. Akui dulu perasaan anak, lalu beri pengertian saat anak sudah lebih tenang,” katanya.
Orang tua juga diminta konsisten menerapkan aturan dan membiasakan menunjukkan rasa cinta kepada setiap anak agar tidak muncul persepsi adanya perbedaan kasih sayang dalam keluarga.
Baca juga: Mewaspadai perilaku kekerasan anak dari pola asuh di rumah
Baca juga: Tips menerapkan "co-parenting" bagi pasangan cerai yang memiliki anak
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































