PTPN I Tegaskan Peran Strategis Dukung Kedaulatan Pangan Nasional

4 days ago 12

Jakarta (ANTARA) – PTPN I (Persero) menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan dan memperkuat kedaulatan negara melalui transformasi bisnis, modernisasi perkebunan, serta pengembangan hilirisasi komoditas strategis nasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan peluncuran buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8).

Dalam kesempatan itu, Abdul Rivai Ras mengatakan PTPN I memiliki posisi strategis karena bergerak di sektor agro yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, perusahaan juga berperan membuka akses pembangunan di berbagai daerah serta menjadi pusat transfer teknologi dan inovasi di bidang perkebunan.

"Program Asta Cita Presiden Prabowo sangat relevan dengan tugas PTPN I dalam mendukung ketahanan pangan. Bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan benar-benar merdeka," kata Abdul Rivai Ras.

Ia menjelaskan, berdasarkan data pemerintah, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton atau meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi tercatat 71,95 juta ton gabah kering panen (GKP), dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025. Cadangan beras pemerintah juga disebut berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia.

Selain itu, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yaitu beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Menurut Abdul Rivai Ras, capaian tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah, petani, BUMN, akademisi, dunia usaha, TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ia menilai keberhasilan swasembada pangan harus menjadi pijakan untuk membangun sistem pangan nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, sektor perkebunan memiliki peran penting melalui peningkatan produktivitas, penguatan industri hilir, pengembangan bibit unggul, serta kemitraan dengan petani.

PTPN I, lanjutnya, akan terus mempercepat transformasi bisnis melalui modernisasi perkebunan, digitalisasi operasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan hilirisasi berbasis bioenergi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Menurut Abdul Rivai Ras, tantangan global seperti perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional semakin menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan negara.

Ia juga menyebut keberhasilan swasembada pangan menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.

Acara syukuran dan peluncuran buku berlangsung dalam suasana khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi mengenai hubungan pangan dan pertahanan negara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pemberian santunan kepada anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das'ad Latif.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |