Pria di Kyoto ditahan karena bikin bising, tetangga sampai insomnia

3 hours ago 3

Tokyo (ANTARA) - Kepolisian Jepang menangkap seorang pria pada Kamis atas tuduhan memutar suara radio dan memainkan gitar listrik bersuara keras dari rumahnya di Kyoto selama lebih dari tujuh tahun.

Aksi pelaku menyebabkan sejumlah tetangganya menderita insomnia dan gangguan kesehatan lainnya.

Pelaku, Kazunori Yokoi, diduga memaparkan siaran radio dan permainan gitar listrik berfrekuensi tinggi siang dan malam kepada tiga warga berusia 60 hingga 80-an tahun sepanjang Juni 2019 hingga Juli tahun ini. Akibatnya, para korban mengalami depresi dan gangguan tidur.

Gangguan kebisingan serupa yang terjadi sejak April 2025 hingga Juli tahun ini juga diduga menjadi penyebab seorang warga perempuan menderita tinnitus (telinga berdenging).

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita 76 barang bukti, termasuk beberapa unit gitar listrik dan pengeras suara (amplifier).

Kepolisian setempat mengungkapkan bahwa suara radio terdengar sepanjang hari, sementara dentuman gitar meraung dari pagi hingga sore hari.

Berdasarkan pengukuran penyidik, tingkat kebisingan di sekitar pemukiman tersebut mencapai 80 hingga 90 desibel—setara dengan tingkat kebisingan di dalam gerbong kereta api yang sedang melaju.

Polisi sebenarnya telah berulang kali memberikan teguran kepada Yokoi sejak menerima keluhan dari warga pada Januari 2017.

Namun, empat warga yang terdiagnosis menderita insomnia dan masalah kesehatan serius akhirnya melayangkan laporan resmi ke kepolisian pada Juni dan Juli tahun ini.

Salah seorang tetangga Yokoi berusia 60-an tahun mengaku sangat terganggu oleh deru bising tersebut.

"Kondisinya sangat mengerikan karena berbagai jenis suara campur aduk sepanjang hari tanpa henti," tuturnya.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Pria di Tokyo curi hingga 2.000 sepeda untuk dijual ke daur ulang

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |