Medan (ANTARA) - Polri menyalurkan logistik di lima kecamatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor.
"Kami melihat Tapanuli Tengah terdampak cukup berat, untuk itu perlu adanya bantuan penguatan sampai dengan menjelang bulan suci Ramadhan," ujar Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo di Tapteng, Sumut, Sabtu.
Dedi melanjutkan penyaluran bantuan itu dituju ke Kecamatan Sibabangun, Kecamatan Lumut, Kecamatan Pimangsori, Kecamatan Badiri dan Kecamatan Tukka yang berada di Tapteng.
Lebih lanjut, penyaluran bantuan itu di antaranya air mineral, sembako, pakaian, selimut, sabun cuci mandi, semen, tangki berisi air, lampu emergency.
"Selain ini, kami sudah membuat 15 titik air bersih baik di lokasi pengungsian, tempat ibadah, instansi karena sangat diperlukan untuk masyarakat," ucapnya.
Pihaknya juga menyiapkan lima alat berat guna mempercepat pergeseran tanah longsor yang menutupi jalan agar akses dapat pulih kembali.
Baca juga: Gubernur Sumut perluas sekolah gratis korban bencana tahun depan
"Begitu juga pembuatan jembatan yang juga dilakukan bersama dengan pihak TNI, pemerintah pusat, daerah untuk membuka akses," kata dia.
Wakapolri mengatakan akan terus melakukan evaluasi lagi nantinya daerah mana yang masih terdampak untuk penyaluran bantuan. Begitu juga kendaraan operasional Polri di wilayah itu yang terdampak.
"Di lokasi bencana di sini ada 150 personel saya rasa sudah cukup, namun jika diperlukan penambalan personel kami sudah siap," ucapnya.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan penyaluran batuan tersebut langsung di daerah yang masih terdampak di wilayah itu.
"Bantuan yang diberikan bukan hanya makanan, melainkan pakaian, semen, dan lainnya untuk didistribusikan kepada masyarakat," tutur dia.
Baca juga: Polri gencarkan pengobatan gratis-bersihkan sekolah di Palembayan Agam
Baca juga: Baznas Agam dirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Maninjau
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































