Zulhas: Pemenuhan bahan baku MBG harus didukung ketersediaan komoditas

2 hours ago 1
Untuk beras kita sudah swasembada. Terus ada bioflok, ini semua harus dipastikan

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemenuhan kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus didukung ketersediaan dan kemudahan mendapatkan komoditas.

Menko Pangan Zulkifli Hasan ditemui seusai meninjau operasional SPPG Panggungrejo di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan penerima manfaat MBG diproyeksikan bisa mencapai 82,9 juta orang pada akhir tahun ini.

"Tahun ini dilipatgandakan produksi ikan, telor, terus juga sayur, karena bayangkan kalau SPPG tahun ini penerimanya (manfaat MBG) ada 82,9 juta orang, jadi telur kami perlu 82,9 juta butir, perlu 82,9 juta potong ikan satu hari ya, dan sayur 82,9 juta juga," kata Zulhas.

Proyeksi penerima manfaat MBG, kata dia, mesti dibarengi ketersediaan bahan baku sehingga program tersebut berjalan dengan baik. Sedangkan, saat ini penerima program itu mencapai 55,1 juta orang.

Zulhas sapaan akrabnya, menyatakan dalam upaya memenuhi kebutuhan bahan baku, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menggagas sejumlah strategi, misalnya untuk sektor perikanan telah diimplementasikan melalui pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih.

"Untuk beras kita sudah swasembada. Terus ada bioflok, ini semua harus dipastikan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa mendapatkan tugas dari Kepala Negara untuk turun ke lapangan selama satu pekan dalam memastikan operasional SPPG berjalan dengan baik dan aman sesuai ketentuan, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Timur.

"Saya nanti cek penerima manfaat, anak-anak sekolah itu ya untuk menanyakan pendapat mereka tentang bagaimana ini (MBG)," ucapnya.

Selain di SPPG Panggungrejo, kunjungan Menko Pangan ke Kabupaten Malang menyasar Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Desa Kedungpedaringan yang juga terletak di Kecamatan Kepanjen.

"Ketiga, kami harus memastikan pangan. Sawah itu tidak boleh lagi diubah-ubah. Kami sedang menyelesaikan namanya lahan sawah berkelanjutan, tidak boleh dipergunakan untuk apapun," tutur dia.

Menko Pangan Zulhas setelah dari Kabupaten Malang dijadwalkan melakukan peninjauan serupa di wilayah Malang Raya lainnya, yaitu ke Kota Malang dan Kota Batu, pada Jumat (13/2).

Baca juga: Pemerintah siapkan label kadar gula, bentuk satgas keamanan pangan

Baca juga: Pemerintah siapkan ekspor perdana 2.280 ton beras haji ke Arab Saudi

Baca juga: Menko Pangan cek kesiapan SPPG sediakan menu kering MBG saat Ramadhan

Baca juga: Menko Pangan: MBG menyesuaikan situasi di bulan Ramadhan

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |