Pengguna Threads bisa atur algoritma konten lewat pesan "dear algo"

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Meta menghadirkan fitur baru di platform media sosial Threads yang memungkinkan pengguna menyesuaikan rekomendasi konten secara langsung melalui unggahan khusus bertajuk “dear algo”.

Melansir Engadget, Kamis, sejak awal peluncurannya, sejumlah pengguna Threads kerap mengeluhkan algoritma rekomendasi yang dinilai belum sepenuhnya menampilkan konten sesuai minat mereka.

Keluhan tersebut bahkan berkembang menjadi tren, di mana pengguna menulis unggahan bercanda yang ditujukan kepada algoritma berisi permintaan agar lini masa menampilkan topik yang lebih relevan.

Baca juga: Threads lampaui X dalam jumlah pengguna harian di perangkat seluler

Kini, Meta meresmikan konsep tersebut menjadi fitur resmi. Pengguna dapat membuat unggahan yang diawali frasa “dear algo” untuk memberi sinyal preferensi konten kepada sistem. Pengguna dapat menulis permintaan agar lebih banyak ditampilkan unggahan tentang topik tertentu, atau sebaliknya meminta agar topik tertentu dikurangi kemunculannya.

Meta menyebut pengguna juga bisa memantau serta mengelola permintaan tersebut melalui menu pengaturan aplikasi, termasuk meninjau kembali atau menghapus preferensi yang pernah diajukan.

Selain itu, pengguna dapat membagikan ulang unggahan “dear algo” milik pengguna lain agar preferensi topik serupa ikut memengaruhi lini masa mereka.

Permintaan kepada algoritma bersifat sementara dan hanya berlaku selama tiga hari. Menurut Meta, pembatasan waktu tersebut dirancang agar sistem rekomendasi tetap terasa segar dan fleksibel mengikuti minat pengguna yang dapat berubah.

Fitur ini diluncurkan setelah melalui uji coba terbatas pada akhir tahun lalu. Untuk tahap awal, unggahan “dear algo” sudah dapat digunakan oleh pengguna Threads di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Selandia Baru, dengan perluasan ke lebih banyak negara direncanakan menyusul.

Baca juga: Threads kembangkan fitur gim yang bisa dimainkan dalam percakapan

Baca juga: Polisi geledah kantor X di Paris, kejaksaan panggil Elon Musk

Baca juga: RI batasi medsos untuk anak, ini kebijakan perlindungan dari platform

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |