Gelar aksi damai, Fakta Indonesia desak penerapan cukai MBDK

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Monas, Jakarta, Kamis, yang menuntut agar pemerintah segera menerapkan cukai Minuman Bermanis Dalam Kemasan (MBDK).

Ketua Fakta Indonesia Ari Subagyo Wibowo mengatakan bahwa aksi yang sudah berlangsung kesekian kalinya masih menuntut hal sama, yaitu penerapan cukai MBDK, sebab pemerintah terus menunda dan bahkan tahun ini juga kembali ditunda.

"Kalau alasannya menunggu ekonomi menggeliat atau tumbuh 6 persen itu terlalu lama. Padahal korban dari MBDK sudah banyak," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melayangkan somasi yang kedua kepada Pemerintah Pusat terkait tidak diterapkannya cukai MBDK yang sudah hampir satu dekade ditunda.

"Kalau somasi yang kedua ini tidak ditanggapi, kami akan menggugat pemerintah ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," katanya.

Baca juga: Cukai MBDK perlu segera diterapkan karena sudah tertunda satu dekade

Ari mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan somasi pertama pada 29 Januari 2026 dan sampai batas waktu yang ditentukan yaitu 14 hari kerja, Pemerintah juga belum menanggapinya.

Untuk itu, pihaknya kembali melayangkan somasi kedua dan berharap pada somasi terakhir ini ada tanggapannya. Somasi dilakukan sebagai jalan alternatif lain sebelum mengajukan gugatan, dan harapannya pada somasi kali ini Presiden Prabowo Subianto berkenaan memutuskan untuk MBDK dicukaikan.

"Administrasi ini mengganggu kita. Kalau tidak ada jawaban juga akan kita gugat di PN Jakpus. Untuk itu kita harus mendoakan semoga dalam proses ini Presiden mau mencukaikan MBDK," kata Ari.

Baca juga: Menkeu sebut Cukai MBDK diterapkan jika ekonomi sudah tumbuh 6 persen

Baca juga: Pemerintah harus segera terapkan kebijakan cukai MBDK

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |