Polisi dalami aliran dana pembelian bahan bom molotov dan senjata tajam

3 weeks ago 12

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya masih mendalami aliran dana yang diduga digunakan untuk membeli bahan-bahan yang berpotensi membuat bom molotov dan pengadaan senjata tajam dalam rangkaian pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum di kawasan DPR/MPR, Jakarta.

"Penyidik masih melakukan pemeriksaan serta penelusuran terhadap keterangan para pihak melalui komunikasi transaksi keuangan dan bukti lainnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan sumber uang itu diduga berasal dari sejumlah sumber, mulai dari uang pribadi hingga dana yang diperoleh melalui mekanisme penggalangan dana (open donasi).

"Untuk sumber uang yang digunakan untuk membeli bahan-bahan yang diduga akan digunakan dalam pembuatan bom molotov dan pengadaan senjata tajam, berasal dari uang pribadi, uang yang diberikan oleh pihak lain maupun dana yang diperoleh melalui mekanisme open donasi," jelas Iman

Namun, dia belum membeberkan jumlah dana yang telah terkumpul ataupun nilai transaksi yang digunakan untuk membeli barang-barang tersebut.

Menurut dia, penyidik masih meminta dan menelusuri transaksi perbankan untuk mengetahui jumlah aliran dana sekaligus pihak-pihak yang terlibat dalam pembiayaan itu.

"Ini sedang kita mintakan transaksi perbankannya, masih berproses," ucap Iman.

Baca juga: Polda Metro Jaya periksa 63 orang terkait dugaan aksi kelompok anarko

Penyidik sebelumnya telah memeriksa 63 orang yang diduga berkaitan dengan rangkaian kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 10 orang masuk dalam klaster pembiayaan dan 53 orang lainnya masuk dalam klaster pelaksana.

Iman mengatakan pemeriksaan terhadap klaster pembiayaan dilakukan untuk mendalami sumber uang, mekanisme pemberian dana, pola perekrutan, dan komunikasi antarorang yang diduga terlibat.

"10 orang terduga sebagai perekrut dan penyedia dana di dalam mempersiapkan aksi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antarpihak serta tujuan dan peran masing-masing," ujar Iman.

Polisi juga masih mencocokkan keterangan para pihak dengan sejumlah alat bukti, termasuk komunikasi digital, transaksi keuangan dan bukti lainnya.

Pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan jika terdapat hubungan antara sumber dana, proses perekrutan massa, dan penyediaan sarana yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.

Iman menjelaskan temuan terkait dugaan penyediaan bahan berbahaya itu menjadi salah satu dasar bagi polisi untuk melakukan tindakan penyidikan sekaligus pencegahan.

Baca juga: Polda Metro Jaya sita 39 senjata tajam dan 201 botol kaca bersumbu

Polisi menduga terdapat proses mobilisasi yang dilakukan secara berjenjang melalui sejumlah platform media sosial dan aplikasi komunikasi digital.

Mekanisme itu juga diduga meliputi penyebaran narasi dan ajakan, perekrutan peserta, pengumpulan massa, serta persiapan sarana dan prasarana.

"Kita masih melakukan pendalaman untuk memastikan siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa serta pihak yang memberikan perintah atau arahan," tutur Iman.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyita 39 senjata tajam dan 201 botol kaca lengkap dengan sumbu yang diduga dipersiapkan untuk membuat bom molotov menjelang pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum di kawasan DPR/MPR, Jakarta, Kamis.

Selain itu, ada pula barang bukti lainnya, yakni dua pucuk airsoft gun, satu tabung gas isi airsoft gun, dan 25 gram gotri yang diduga digunakan sebagai bahan isi airsoft gun.

Polisi juga mengamankan tujuh jeriken berisi bensin, tiga buah stik golf, satu unit toa, satu buah piloks, dan 11 tas ransel yang diduga akan digunakan untuk membawa molotov.

Barang bukti lainnya yang disita, yaitu empat banner, empat strip Tramadol, dan dua strip Diazepam.

Baca juga: Polda Metro Jaya amankan 65 orang jelang penyampaian aspirasi di DPR

Baca juga: Polda Metro Jaya siagakan layanan kesehatan kawal penyampaian aspirasi

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |