PM Tusk: Polandia tak akan kirim pasukan ke Iran

4 days ago 4

Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan negaranya tidak akan mengirim pasukan ke Iran karena konflik tersebut tidak secara langsung memengaruhi keamanan Polandia.

"Polandia tak akan mengirim pasukan ke Iran. Konflik ini tidak secara langsung memengaruhi keamanan kita," kata Tusk saat membuka rapat pemerintah, Selasa (17/3).

Ia menambahkan militer Polandia fokus pada tugas lain yang juga dipahami oleh para sekutunya.

"Polandia memiliki tanggung jawab dalam NATO, yang mencakup pasukan darat, udara, dan laut. Apa yang kita miliki di sektor maritim harus melayani keamanan kawasan Baltik," kata Tusk.

"Mitra kami, termasuk AS, memahami hal ini dengan baik. Tak ada alasan untuk khawatir. Pemerintah tidak memiliki rencana untuk melakukan operasi militer apa pun terhadap Iran," katanya.

Pada 14 Maret, Presiden AS Donald Trump meminta sejumlah negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk menjaga navigasi.

Tusk juga mengatakan Polandia akan merampungkan perjanjian pinjaman dalam program pertahanan Uni Eropa, Security Action for Europe (SAFE), meski sebelumnya diveto oleh Presiden Karol Nawrocki.

Program pengadaan persenjataan Polandia dan pinjaman SAFE senilai 44 miliar euro (sekitar Rp746 triliun) tetap akan berjalan, kata Tusk.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Dewan Menteri Polandia abaikan veto presiden atas pinjaman SAFE
Baca juga: Dubes AS sebut Trump tepat desak Sekutu NATO amankan Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |