Petani sambut positif varietas unggul tebu NX dan Panjalu

4 hours ago 9
keunggulan antara lain tahan luka api, anakan cukup banyak, produksi di atas 1,2 ton per ha dengan rendemen 9 persen

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah petani tebu di berbagai wilayah menyambut positif varietas tebu unggul NX dan Panjalu yang dibagikan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai upaya mewujudkan swasembada gula.

Ditjen Perkebunan Kementan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, menyebutkan pemerintah melalui program peningkatan produksi tebu memperluas penggunaan 2 varietas unggul yakni NX dan panjalu, untuk mengurangi dominasi varietas Bululawang (BL) yang rentan terkena luka api.

Petani tebu asal Pati, Jawa Tengah, Angga Rangga yang telah menggunakan varietas ini menyatakan NX 04 relatif tahan kekeringan dan cocok ditanam pada lahan dengan pengairan terbatas.

NX-04, lanjutnya, adalah varietas Bululawang (BL) yang diperkaya atau dibooster dan ditetapkan sebagai varietas unggul oleh pemerintah sejak tahun 2013.

"Secara fisik NX – 04 tidak berbeda dengan Bululawang namun dengan sejumlah keunggulan antara lain tahan luka api, anakan cukup banyak, produksi di atas 1,2 ton per ha dengan rendemen 9 persen," katanya.

Baca juga: Wamentan nilai bongkar ratoon strategi pacu produksi gula nasional

Baca juga: Mentan upayakan peremajaan tebu 100 ribu hektare per tahun

Dia menambahkan bobotnya cukup besar seperti halnya bululawang, serta tidak dan jarang mengeluarkan bunga.

Varietas Panjalu ini adalah jenis baru yang ditetapkan sebagai benih unggul pada Juni 2025. Namun penggunaannya sudah dilakukan secara luas.

Sementara itu Irawan selaku pemilik varietas Panjalu menyebutkan jenis tebu unggul ini memiliki warna dominan batang kuning, dengan produktivitas mencapai 1,5 ton/ha, dengan rendemen mencapai 11 persen.

“Berdasarkan pengalaman petani adalah, pertumbuhannya cukup cepat, tahan kekeringan dan memiliki anakan yang banyak. Varietas ini memiliki karakteristik seperti Bululawang yakni memiliki anakan dan bobot cukup tinggi. Per satu rumpun bisa menghasilkan 10 anakan”, ujarnya.

Sedangkan Supardi, petani tebu asal Tegal, Jawa Tengah menyatakan varietas Panjalu tidak berbulu sehingga tidak perlu menggunakan alat pelindung muka dan tangan jika ingin masuk ke dalam kebun tebu.

"Selain itu varietas unggul ini tidak mudah roboh. Batangnya panjang, besar dan tidak keras sehingga disukai penebang karena mudah saat melakukan panen," katanya.

Melalui penyebarluasan benih tersebut, Kementan mengharapkan dapat berkontribusi pada introduksi varietas baru, serta mendorong peningkatan produksi tebu dan rendemen.

Baca juga: Kementan siapkan 5,9 miliar mata benih tebu percepat swasembada gula

Baca juga: Mentan bidik produksi gula 3 juta ton di 2026 demi swasembada

Pewarta: Subagyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |