Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dan Menlu Rusia Sergey Lavrov membahas isu nuklir Iran saat bertemu di sela-sela pertemuan tingkat menlu kelompok BRICS di New Delhi.
"Kedua pihak saling bertukar pandangan terkait perkembangan terkini di Asia Barat dan negosiasi terkait isu nuklir Iran," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran dalam pernyataannya, Jumat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas kerja sama Teheran dan Moskow di bidang energi dan transportasi, serta situasi setelah gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan Lavrov dalam pertemuan tersebut menegaskan kesiapan Rusia untuk membantu penyelesaian konflik terkait Iran.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, sehingga Presiden AS Donald Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran menyusun “proposal terpadu”.
Peningkatan ketegangan akibat serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran hampir menghentikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang turut mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Amerika Serikat berupaya membatasi ambisi nuklir Iran, sementara Teheran lebih dulu menuntut jaminan perdamaian sebelum bersedia membahas program nuklir negara tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Iran klaim tak ada uranium keluar dari negaranya
Baca juga: Iran tuntut pencabutan blokade sebagai respon proposal damai AS
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































