Jakarta (ANTARA) - BYD dikabarkan tengah menjajaki pengambilalihan pabrik mobil yang tidak terpakai di Eropa sebagai langkah memperkuat produksi kendaraan listrik di kawasan tersebut sekaligus menghindari hambatan tarif impor dari Uni Eropa.
Dilansir dari Arena EV pada Rabu (13/5) waktu setempat, Wakil Presiden Eksekutif BYD Stella Li menyebut perusahaan sedang aktif mencari fasilitas produksi yang sudah ada namun tidak lagi dimanfaatkan. Italia disebut menjadi salah satu negara yang masuk dalam incaran BYD.
BYD disebut telah berdiskusi dengan sejumlah produsen otomotif Eropa, termasuk Stellantis, untuk memanfaatkan pabrik yang saat ini tidak digunakan secara optimal.
Langkah tersebut dinilai menjadi jalan pintas bagi BYD untuk mempercepat produksi kendaraan listrik di Eropa tanpa harus membangun fasilitas baru dari awal. Selain lebih cepat, strategi itu juga dianggap lebih efisien dari sisi biaya.
Stellantis dinilai menjadi mitra potensial karena grup otomotif tersebut memiliki sekitar 20 pabrik perakitan kendaraan di Eropa dan tengah menghadapi tekanan untuk menekan biaya operasional. Perusahaan tersebut sebelumnya juga terbuka untuk menjual maupun berbagi lini produksinya.
Baca juga: BYD sambut positif insentif EV yang menggunakan nikel
Baca juga: BYD siapkan Atto 1 versi terbaru
Meski demikian, Stella menyatakan BYD ingin mengoperasikan fasilitas tersebut secara mandiri dan tidak tertarik menggunakan skema berbagi operasional pabrik dengan perusahaan lain. Perusahaan otomotif asal China tersebut ingin mempertahankan kendali penuh terhadap proses produksi kendaraan listriknya.
Strategi ini menandai perubahan pendekatan produsen otomotif China di pasar Eropa. Jika sebelumnya kendaraan diproduksi di China lalu diekspor ke Eropa, kini produsen mulai membangun kendaraan langsung di kawasan tersebut untuk menghindari tarif dan hambatan perdagangan yang semakin tinggi.
Selain itu, produksi lokal juga dinilai dapat memperkuat citra BYD sebagai pemain industri otomotif Eropa, bukan sekadar merek impor dari luar kawasan. Saat ini BYD juga tengah membangun pabrik di Hungaria serta berencana mendirikan fasilitas produksi kedua di Turki.
Permintaan kendaraan listrik di Eropa sendiri terus meningkat. Data pasar terbaru menunjukkan registrasi kendaraan listrik di kawasan tersebut naik 27 persen pada April dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau mencapai sekitar 400 ribu unit dalam satu bulan. Produsen asal China juga semakin agresif di pasar Eropa dengan pangsa pasar yang telah mencapai 22 persen.
Secara global, grup BYD tercatat menjual lebih dari 1 juta kendaraan dalam empat bulan pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 454 ribu unit berasal dari pasar luar China. Pada bulan April saja, penjualan luar negeri BYD mencapai rekor 134.500 unit.
Baca juga: BYD segarkan SUV Bao 5 dan Bao 8 Flash-Charge Edition di China
Baca juga: BYD beri sinyal siapkan varian Atto 1 yang lebih murah lagi
Baca juga: 5 produsen mobil China diprediksi raih pendapatan hingga kuadriliunan
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

















































