Isyana/Rinjani akui ketangguhan unggulan pertama Thailand Open 2026

3 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine mengakui ketangguhan unggulan pertama asal Jepang Rin Iwanaga/Kie Nakanishi 12-21, 21-12, dan 17-21 pada perempat final Thailand Open 2026 di Bangkok, Jumat.

Isyana/Rinjani mengaku bahwa banyak memperoleh tekanan dari pola serangan yang dilancarkan oleh ganda unggulan pertama Thailand Open 2026 ini.

"Pada pertandingan hari ini, kami cukup kebingungan terutama di gim pertama. Kemudian, kami bisa main lebih tenang, santai dan fokus di gim kedua. Masuk gim ketiga skornya kejar-kejaran hanya memang kami harus akui mereka bisa lebih tenang di poin-poin akhir," ujar Isyana, dikutip dari PBSI.

Baca juga: Ubed akui sulit keluar dari tekanan Jeon Hyeok Jin di Thailand Open

Baca juga: Thalita petik pelajaran berharga usai hadapi Ratchanok di Thailand

Meski demikian, Rinjani mengatakan bahwa Rin/Kie juga tampil kurang maksimal karena gagal mengatasi ketegangan di sejumlah momen.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Rinjani yang gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk bisa berbalik unggul.

"Namun, kami juga tidak bisa ambil kesempatan di gim ketiga jadi mereka bisa pegang kontrolnya di akhir-akhir," tutur Rinjani.

Kandas di perempat final, Isyana/Rinjani tetap puas dengan hasil yang diperoleh karena sejak babak pertama menemui lawan yang cukup sulit di turnamen BWF kelas super 500 ini.

"Alhamdulillah bisa sampai di perempatfinal karena dari babak pertama lawannya juga tidak mudah, hasil yang harus kami syukuri. Tapi pasti kami mau belajar lagi dan semoga minggu depan di Malaysia Masters bisa mendapat hasil yang lebih baik," kata Rinjani.

Baca juga: Leo/Daniel lanjutkan langkah ke perempat final Thailand Open 2026

Baca juga: Hira/Jani ukir perempat final perdana Super 500 di Thailand Open 2026

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |