Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan MPR RI mendorong penguatan kreativitas dan literasi pegawai melalui kegiatan literasi kreatif bertema “Terrarium: Pohon Sukun, Pengasingan, dan Benih Pancasila” di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Terramori tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan perpustakaan sebagai ruang pengembangan diri, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat sesuai Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 4 Tahun 2023.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat mengatakan literasi kreatif tidak hanya berfokus pada aktivitas seni, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan nilai kerja yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pimpinan MPR: Manfaatkan naskah kuno untuk peningkatan literasi
“Saya senang karena kegiatan seperti ini biasanya didominasi peserta perempuan, tetapi hari ini alhamdulillah ada peserta laki-laki juga dan generasinya cukup berimbang. Artinya kegiatan ini bisa diterima oleh semua kalangan,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu (13/5), peserta mengikuti pelatihan membuat terrarium, yakni seni menata tanaman kecil dan elemen alam dalam wadah kaca yang menyerupai ekosistem miniatur. Pelatihan dipandu Founder Terramori Valentino Putra Budiman.
Siti Fauziah menjelaskan tema pohon sukun dipilih karena memiliki keterkaitan historis dengan proses perenungan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, yang melahirkan gagasan dasar Pancasila.
“Pohon sukun bukan sekadar tanaman pangan. Ia adalah jejak hidup yang mencatat ketabahan, kesederhanaan, dan daya cipta. Di bawah pohon sukun itulah Pancasila mulai menemukan bentuknya,” katanya.
Menurut dia, proses menyusun terrarium mengandung nilai kesabaran, ketelitian, disiplin, dan kemampuan beradaptasi yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Filosofi tersebut tercermin dalam tahapan menyusun batu, tanah, hingga tanaman agar membentuk komposisi yang seimbang.
“Dalam membuat terrarium ini ada aturan, ada tahapan, ada kesabaran, dan ada ketelitian. Semua unsur itu sebenarnya dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan proses kreatif tersebut juga menggambarkan tantangan dalam organisasi yang membutuhkan kemampuan mencari solusi tanpa memaksakan kehendak.
Baca juga: Setjen MPR - ULM kolaborasi kembangkan SDM unggul daerah dan nasional
“Saya ingin membuat susunan batu seperti tangga, tetapi batunya tidak selalu nurut. Dari situ kita belajar bahwa dalam pekerjaan juga ada tantangan. Kita tidak bisa memaksakan kehendak, tetapi harus mencari cara agar semuanya bisa tersusun dengan baik,” kata dia.
Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga dinilai mampu menjadi sarana penyegaran di tengah rutinitas pekerjaan.
“Kegiatan seperti ini bisa menjadi penyegar di tengah kepenatan bekerja. Dengan meluangkan waktu sejenak, kita bisa membangun semangat baru untuk kembali menjalankan tugas,” kata Siti Fauziah.
Salah satu peserta, Vidya Palupi, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru karena proses membuat terrarium tidak semudah yang terlihat di media sosial.
“Awalnya saya pikir terrarium itu tinggal pasang-pasang aja. Ternyata waktu praktik tidak semudah kelihatannya. Kreativitas kita benar-benar diuji karena hasilnya tidak selalu langsung secantik yang ada di media sosial,” ujarnya.
Vidya berharap kegiatan literasi kreatif serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat interaksi antarkaryawan sekaligus meningkatkan kreativitas di lingkungan kerja.
“Ini jadi ajang healing sekaligus bisa berkumpul dan berinteraksi dengan teman-teman dari unit lain dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan, bukan dalam forum rapat. Kegiatan ini juga sesuai dengan namanya, menambah kreativitas kami,” kata dia.
Baca juga: Plt Sekjen MPR RI akui terkesan dengan peserta LCC Empat Pilar Riau
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































