Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga melanjutkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke Bireuen, Aceh, setelah dibukanya kembali Jembatan Teupin Mane pascabencana banjir.
"Penyaluran BBM menggunakan mobil tangki melewati Jembatan Teupin Mane, pada pagi hari ini berjalan lancar. Mobil tangki berhasil melintasi jembatan, yang sebelumnya mengalami perbaikan dan kini telah kembali dibuka untuk dilalui," kata Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Jembatan Teupin Mane merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah dan Takengon.
Untuk menuju wilayah Bener Meriah dan Takengon, terdapat beberapa jembatan yang harus dilalui dan Jembatan Teupin Mane menjadi salah satu jalur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi energi.
Setelah dibukanya jembatan tersebut, ia mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali menyalurkan BBM ke Pertashop Km 10 Teupin Mane.
Sementara itu, penyaluran BBM ke Pertashop Km 31 Suka Tani dan Pertashop Km 50 Blang Rakal akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi akses jalan serta kesiapan operasional di lapangan.
Fahrougi menambahkan pembukaan kembali akses jalan menjadi faktor penting dalam memulainya kembali distribusi energi ke wilayah tersebut.
"Dengan telah dibukanya Jembatan Teupin Mane, mobil tangki kini dapat melintas, sehingga distribusi BBM ke beberapa Pertashop di Kabupaten Bieruen dapat kembali didistribusikan secara bertahap. Kami terus memantau kondisi jalur distribusi untuk memastikan penyaluran berjalan aman dan lancar," ujar dia.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat dan akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan distribusi energi berjalan optimal sesuai dengan kondisi lapangan.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































