Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook dan Instagram menarasikan bahwa dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirusak oleh warga karena anak-anak mereka mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Unggahan itu disertai narasi yang menyebut orang tua siswa mengamuk dan merusak dapur MBG sebagai bentuk protes atas insiden tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Merasa tak terima dengan sebuah insiden yang sedang marak terjadi karena makanan mbg yang membuat anak anak keracunan dan sebagai orang tua merasa tak terima kisah orang tua siswa mengamuki dapur mbg dan dirusak”
Namun, benarkah foto dapur MBG dirusak masyarakat akibat anaknya keracunan tersebut?
Unggahan yang menarasikan foto dapur MBG dirusak masyarakat akibat anaknya keracunan. Faktanya, foto peristiwa tersebut tidak memiliki hubungan dengan dapur MBG maupun kasus keracunan siswa di Indonesia. (Facebook)Penjelasan:
Berdasarkan penelusuran, foto yang beredar tidak berkaitan dengan program MBG.
Gambar tersebut serupa dengan unggahan Instagram ini pada 23 Desember 2025 yang memperlihatkan kerusuhan di wilayah Kheroni, Karbi Anglong, dan West Karbi Anglong, Assam, India.
Berdasarkan laporan NDTV, bentrokan yang terjadi di daerah tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 45 orang terluka, termasuk 38 anggota polisi.
Peristiwa itu tidak memiliki hubungan dengan dapur MBG maupun kasus keracunan siswa di Indonesia.
Dengan demikian, klaim bahwa dapur MBG dirusak masyarakat akibat anaknya keracunan merupakan hoaks.
Klaim: Dapur MBG dirusak masyarakat akibat anaknya keracunan
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































