Banggai, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan meresmikan Pura “Maitri Santhi” di Lapas Kelas IIB Luwuk, sebagai upaya penguatan pembinaan keagamaan sekaligus pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan beragama Hindu.
“Keberadaan rumah ibadah ini menjadi wujud komitmen pemasyarakatan dalam menjamin kebebasan beragama sekaligus menghadirkan ruang pembinaan spiritual yang menumbuhkan kedamaian, kesadaran diri, dan semangat perubahan bagi warga binaan,” katanya di Luwuk, Sabtu.
Baca juga: Lapas Luwuk berdayakan narapidana lewat kegiatan bertani
Ia menuturkan pura ini bukan hanya simbol tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan batin yang memperkuat nilai toleransi, kedamaian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat.
Bagus juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam pembangunan fasilitas ibadah tersebut dan menekankan pentingnya pembinaan spiritual sebagai bagian dari proses pemasyarakatan yang utuh.
“Pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan harus terus diperkuat agar warga binaan memiliki kesadaran diri, pengendalian emosi, serta tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujarnya.
Kanwil Ditjenpas Sulteng, kata dia, terus berkomitmen menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan menyeluruh, tidak hanya pada aspek kemandirian, tetapi juga penguatan kepribadian sebagai fondasi reintegrasi sosial.
Kepala Lapas Luwuk Muh. Bahrun menyampaikan pembangunan pura tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas menghadirkan pembinaan inklusif yang menghormati keberagaman.
Baca juga: Sipir temukan paket sabu di halaman belakang Lapas Luwuk
Baca juga: Terpidana suap pengadaan Pemkab Banggai Laut dieksekusi ke Lapas Luwuk
“Fasilitas ibadah ini diharapkan menjadi ruang pembinaan spiritual yang memperkuat karakter warga binaan, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat dengan nilai moral dan kedamaian batin,” ujarnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran serta seluruh perangkat Parisada Hindu Dharma di Kabupaten Banggai atas dukungan yang diberikan.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Banggai I Nyoman Sumerta menilai kehadiran pura di lingkungan Lapas mencerminkan sinergi positif antara pemasyarakatan dan umat beragama dalam membangun kehidupan harmonis.
“Pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran, pengendalian diri, serta semangat hidup yang lebih baik bagi warga binaan,” katanya.
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































