Pentingnya mengurangi dampak lingkungan limbah kosmetik

1 month ago 31

Jakarta (ANTARA) - Sebagai konsumen utama produk-produk kecantikan, kaum perempuan memegang peran sentral dalam mengurangi dampak buruk limbah kosmetik terhadap lingkungan.

Bagi sebagian besar kaum hawa, kosmetik adalah salah satu hal yang penting. Bahkan, mungkin sangat penting. Tidak sedikit perempuan merasa kurang nyaman atau kurang pede, saat tampil tanpa pulasan kosmetik.

Tidak bisa dipungkiri, kosmetik dapat membantu meningkatkan penampilan fisik, menonjolkan fitur-fitur wajah, dan mungkin menyamarkan kekurangan kulit atau area tertentu. Ini dapat memberikan wanita perasaan lebih pede dan lebih nyaman dengan penampilan mereka.

Selain itu, penggunaan kosmetik juga menjadi bagian ekspresi diri bagi banyak perempuan. Mereka dapat mengekspresikan kepribadian, gaya, dan kreativitas mereka, misalnya, melalui warna-warna, tekstur, dan gaya make-up yang mereka pilih.

Di beberapa lingkungan kerja, penampilan yang rapi dan terawat dianggap penting. Maka, penggunaan kosmetik dapat turut membantu kaum perempuan pekerja menggapai penampilan yang profesional dan lebih percaya diri di tempat kerja mereka.

Kosmetik dan lingkungan

Di balik sejumlah manfaatnya bagi kaum perempuan, kosmetik juga membawa implikasi sangat buruk bagi lingkungan. Terdapat sekurangnya lima dampak negatif kosmetik bagi lingkungan kita. Dampak buruk tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, limbah kemasan. Sebagian besar kemasan kosmetik adalah plastik yang tidak dapat terurai secara hayati yang berdampak mencemari tanah dan air. Berdasarkan penelitian Zero Waste Week, secara global, limbah kemasan plastik dari industri kosmetik mencapai lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahunnya.

Kedua, polusi kimia. Banyak kosmetik mengandung bahan kimia, seperti paraben, ftalat, dan sulfat. Ketika mencemari sistem aquatik, bahan- bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi ekosistem laut dan berkontribusi pada pemutihan karang.

Ketiga, pemborosan sumber daya. Produksi kosmetik melibatkan ekstraksi sumber daya alam yang mengakibatkan perusakan habitat dan hilangnya keanekaragaman hayati. Bahan-bahan, seperti minyak sawit, mika, dan beberapa mineral bisa saja diperoleh dengan cara yang tidak berkelanjutan.

Di sisi lain, proses manufaktur kosmetik seringkali memerlukan sejumlah besar air, yang dapat berkontribusi pada kelangkaan air di beberapa wilayah.

Keempat, jejak karbon. Proses produksi dan distribusi kosmetik berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, yang pada gilirannya turut memperburuk perubahan iklim. Manufaktur kosmetik juga membutuhkan banyak energi dan seringkali mengandalkan bahan bakar fosil, yang meningkatkan jejak karbon.

Kelima, pencemaran mikroplastik. Beberapa jenis kosmetik menggunakan microbeads untuk eksfoliasi, yang merupakan jenis mikroplastik. Butiran ini tidak larut dan dapat menumpuk di lingkungan laut, yang membahayakan organisme akuatik.

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |