Pemerintah dorong UMKM masuk rantai pasok pariwisata Bintan

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pelaku usaha lokal di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, untuk semakin terlibat dalam rantai pasok industri pariwisata di daerah tersebut, guna memperluas manfaat ekonomi dari pertumbuhan sektor wisata.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti dengan semakin besarnya peran UMKM dalam ekosistem pariwisata, mulai dari penyediaan produk lokal, kuliner, cendera mata, hingga berbagai kebutuhan industri wisata.

"Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian dari ekosistemnya. Hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan menjadi ruang yang semakin luas bagi pemasaran produk UMKM lokal," ujar Reghi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan, Kamis.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga dari besarnya nilai tambah ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat melalui keterlibatan UMKM.

Data Pemerintah Kabupaten Bintan menunjukkan sektor pariwisata daerah tersebut memiliki potensi besar dengan 55 hotel dan resort serta 219 destinasi wisata.

Destinasi tersebut terdiri atas 131 objek wisata alam, 54 wisata kuliner, 14 wisata religi, 10 sentra cendera mata, lima wisata budaya, tiga wisata pendidikan, dan dua wisata pertanian.

Potensi tersebut juga didukung oleh pertumbuhan kunjungan wisatawan. Hingga Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan mencapai 109.090 orang atau meningkat 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 339.425 orang atau tumbuh 15,17 persen.

Baca juga: 220 wisman perdana 2026 tiba di Bintan disambut budaya khas Melayu

Baca juga: Pemerintah promosikan wisata Kepulauan Riau melalui BBWY II

Reghi mengatakan peningkatan peluang ekonomi dari sektor pariwisata perlu diikuti dengan penguatan kapasitas UMKM, baik dari sisi kualitas produk, kapasitas usaha, maupun daya saing.

"UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri pariwisata," katanya.

Untuk memperkuat ekosistem UMKM, Reghi menyebut Kementerian UMKM terus memperluas program pemberdayaan melalui pendampingan usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, pelatihan, inkubasi bisnis, serta pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Bintan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan pemerintah daerah terus meningkatkan daya saing kawasan wisata melalui pembangunan infrastruktur, promosi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan destinasi wisata berkelanjutan berbasis masyarakat.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat agar Bintan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan nasional maupun internasional.

“Dengan infrastruktur, promosi, dan aksesibilitas yang semakin baik, kami optimistis sektor pariwisata akan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat," ujar Roby.

Baca juga: Desa-desa di Bintan kembangkan usaha pariwisata hingga pertanian

Baca juga: Dispar Kepri siapkan rute Bintan-Johor tingkatkan kunjungan wisman

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |