Ekonom yakin RI punya potensi besar tangkap relokasi industri

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi relokasi industri di tengah tren diversifikasi rantai pasok global.

Dihubungi di Jakarta, Rabu, Esther menyampaikan, agar mampu bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia, pemerintah perlu memperkuat berbagai faktor pendukung investasi yang menjadi pertimbangan utama investor global.

Esther mengatakan, masuknya aliran modal ke Indonesia sangat bergantung pada terciptanya iklim usaha yang kompetitif dan kondusif.

Sejumlah aspek yang perlu diperkuat antara lain kepastian hukum, prospek pasar yang menjanjikan, ketersediaan bahan baku, ekosistem industri yang mendukung, integrasi dengan rantai pasok global, serta kesiapan infrastruktur energi dan utilitas dasar.

Selain itu, harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah juga dinilai penting untuk meningkatkan kemudahan berusaha dan memberikan kepastian bagi investor.

Baca juga: Soal industri otomotif hengkang, Kemlu: Masih banyak lagi yang masuk

Baca juga: Kadin yakin peluang kuat relokasi investasi di tengah tekanan global

Lebih lanjut, Esther menjelaskan, tren transisi menuju ekonomi hijau dinilai membuka peluang yang semakin besar bagi Indonesia. Sebagai salah satu produsen mineral kritis dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Indonesia katanya, berpotensi menjadi pemasok utama bahan baku teknologi hijau, termasuk untuk baterai kendaraan listrik dan infrastruktur energi terbarukan melalui komoditas nikel dan tembaga.

Dalam mendukung peluang tersebut, pemerintah juga telah menggulirkan berbagai kebijakan hilirisasi industri.

Insentif yang diberikan mencakup pembebasan pajak, pengurangan pajak penghasilan, pembebasan bea masuk impor mesin dan bahan baku, hingga pemberian fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

Lebih lanjut, Esther menilai hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Melalui hilirisasi, Indonesia dapat menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi, mendorong transfer teknologi, serta meningkatkan produktivitas industri.

Di sisi lain, hilirisasi juga berpotensi memperluas penyerapan tenaga kerja terampil, meningkatkan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri, serta mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan.

Dirinya turut menekankan pentingnya investasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia agar kebutuhan tenaga kerja industri dapat terpenuhi.

Baca juga: HKI sebut 10 perusahaan Rusia relokasi ke RI imbas eskalasi geopolitik

Baca juga: Menperin tak permasalahkan relokasi pabrik asal tak kurangi produksi

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |