Surabaya (ANTARA) - RSUD Dr Soetomo Surabaya memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan pascakebakaran Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) di Surabaya, Jumat, setelah mengevakuasi 44 pasien secara cepat dan aman ke ruang perawatan pengganti.
"Kami memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan penyesuaian operasional pada sejumlah area terdampak serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan keamanan fasilitas rumah sakit," kata Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya Cita Rosita Sigit Prakoeswa.
Cita mengemukakan rumah sakit segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat begitu kebakaran terdeteksi sekitar pukul 06.30 WIB.
“Dalam 30 menit pertama telah diaktifkan Incident Commander dengan empat koordinator, yakni koordinator api, koordinator evakuasi pasien, koordinator pengamanan peralatan medis, dan koordinator pengamanan dokumen,” katanya.
Baca juga: RSUD Dr Soetomo pastikan pasien meninggal bukan akibat kebakaran
"Prioritas utama penanganan insiden adalah keselamatan pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan petugas rumah sakit," katanya.
Sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi menuju area pelayanan lain, antara lain Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, ruang buffer Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT).
Menurut dia, seluruh proses evakuasi dilakukan sesuai kondisi klinis masing-masing pasien dan tetap dalam pengawasan tenaga medis.
Proses perawatan, pengobatan, dan terapi pasien yang dipindahkan juga tetap berjalan dengan tim dokter dan perawat yang sama.
Dalam proses evakuasi, terdapat dua pasien di Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) yang mendapat perhatian khusus karena menggunakan ventilator.
Baca juga: Basemen Gedung Onkologi RSUD Dr Soetomo Surabaya terbakar
Kedua pasien berhasil dipindahkan ke Ruang Resusitasi (RES) IGD, dengan satu pasien berhasil distabilisasi, sementara satu pasien lainnya meninggal dunia saat proses stabilisasi.
Pasien tersebut merupakan pasien rujukan pascaoperasi jantung yang masih dalam kondisi kritis, menggunakan ventilator, serta menjalani hemodialisis atau cuci darah.
Manajemen rumah sakit menyebut petugas internal sempat melakukan pemadaman awal menggunakan sistem proteksi gedung sebelum tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba di lokasi.
Respons cepat petugas berhasil melokalisasi api sehingga tidak meluas ke area maupun lantai lain di lingkungan rumah sakit.
"Kondisi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang," ujarnya.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































