Los Angeles (ANTARA) - Seorang pelajar terluka setelah tertabrak mobil yang menampilkan bendera Trump saat aksi protes terhadap Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement/ICE) Amerika Serikat (AS) di luar sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Negara Bagian Nebraska, AS, kata pihak berwenang.
Fremont Public Schools menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden itu terjadi pada Kamis (29/1) sekitar pukul 14.00 waktu setempat dalam demonstrasi yang dipimpin siswa dan tidak disponsori sekolah di luar Fremont High School, sementara sejumlah administrator sekolah mengawasi agar para siswa tetap aman dan tertib.
"Pada satu momen, beberapa siswa memasuki jala. Seorang siswa tertabrak mobil yang berhenti di depan kerumunan dan kemudian mulai bergerak," bunyi pernyataan tersebut.
Puluhan siswa ikut serta dalam aksi protes tersebut, membawa poster dan meneriakkan yel-yel. Sebuah kendaraan SUV berwarna merah dengan bendera Trump di bagian belakang melewati lokasi aksi protes itu beberapa kali. Pada kali terakhir, seorang remaja laki-laki, yang tampak seperti siswa SMA, memarkir SUV di depan sekolah, keluar dari kendaraan, dan berbicara dengan para pengunjuk rasa. Dia kemudian kembali masuk ke SUV, menyalakan mesin, dan melaju ke depan, menurut laporan media lokal.
Sang pengemudi mempercepat laju kendaraannya dan menabrak seorang demonstran perempuan, membuatnya terlempar ke sisi jalan. Pengemudi itu berhenti sejenak ketika seorang administrator sekolah mendekat, lalu melaju meninggalkan tempat kejadian, imbuh laporan itu.
Polisi Fremont merilis pernyataan itu pada Jumat, menyebut sang pengemudi adalah anak di bawah umur. "Tuntutan hukum yang sesuai akan ditentukan setelah penyelidikan selesai," demikian bunyi pernyataan itu.
Gubernur Nebraska Jim Pillen mengatakan di platform media sosial X bahwa masih ada banyak hal dari situasi ini yang perlu kami pelajari, dan kami percaya pihak penegak hukum setempat akan melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan lengkap.
"Kekerasan politik, apa pun alasannya, tidak boleh dilakukan," kata sang gubernur.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































