Lampung Selatan (ANTARA) - Anggota DPR RI Rycko Menoza mengatakan penerapan sistem identitas tunggal (single identity) menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang lebih akurat, transparan, dan berkualitas.
Rycko menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi di Lampung Selatan, Kamis, terkait pentingnya pembenahan data kependudukan menjelang penyelenggaraan pemilu.
"Persoalan ini harus dibenahi sejak jauh hari dan tidak menunggu tahapan pemilu dimulai," katanya.
Menurut Rycko, salah satu persoalan yang masih dihadapi penyelenggaraan pemilu adalah akurasi data pemilih, termasuk potensi pendataan ganda terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dapat tercatat di luar negeri maupun di daerah asal.
Ia menilai penerapan sistem identitas tunggal akan membantu menghasilkan daftar pemilih yang lebih valid sekaligus meminimalkan persoalan administrasi saat pemungutan suara.
Selain pembenahan data kependudukan, Rycko juga menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai pemilih.
Menurut dia, partisipasi politik yang disertai kesadaran masyarakat akan memperkuat kualitas demokrasi dan menghasilkan wakil rakyat yang lebih baik.
Rycko berharap pembenahan sistem administrasi kependudukan dan peningkatan literasi politik dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Baca juga: Legislator dorong NIK jadi identitas tunggal lewat revisi UU Adminduk
Baca juga: Jalan tengah kontroversi satu akun per orang
Baca juga: Digitalisasi administrasi kependudukan wujudkan identitas tunggal
Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































