Tokyo (ANTARA) - Presiden Myanmar Min Aung Hlaing pada Kamis melakukan kunjungan resmi ke Thailand selama dua hari, dan menurut pihak berwenang Thailand hal itu menandai babak baru hubungan bilateral setelah pemilu Myanmar baru-baru ini.
Kunjungan pemimpin kudeta yang kemudian menjadi presiden itu juga memiliki makna diplomatik yang lebih luas karena pemerintah Myanmar yang didukung militer berupaya memperdalam keterlibatan dengan mitra regional dan meningkatkan kedudukan internasionalnya.
Min Aung Hlaing menerima sambutan seremonial dari pasukan kehormatan di Gedung Pemerintah Thailand sebelum mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul.
Menurut pejabat Thailand, diskusi antara kedua pemimpin berfokus pada isu-isu lintas batas, termasuk kejahatan transnasional, sindikat penipuan yang beroperasi di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar, perdagangan narkotika, pencemaran sungai lintas batas, kerja sama tenaga kerja, dan kolaborasi ekonomi.
Kedua pihak juga menandatangani beberapa nota kesepahaman, termasuk satu tentang kerja sama ketenagakerjaan.
Presiden Myanmar itu juga dijadwalkan bertemu dengan anggota komunitas bisnis Thailand-Myanmar.
Menjelang kunjungan tersebut, Myanmar merilis foto-foto yang menunjukkan mantan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi bertemu dengan perwakilan Komite Internasional Palang Merah, sebuah langkah yang secara luas dipandang sebagai sinyal niat kepemimpinan Myanmar untuk secara bertahap kembali terlibat dengan komunitas internasional.
Myanmar tersisihkan dari pertemuan puncak penting ASEAN sejak kudeta militer pada 2021 karena kurangnya kemajuan dalam mengimplementasikan rencana blok tersebut untuk mengatasi krisis politik di negara itu, yang sebagian menyerukan penghentian kekerasan dan dialog di antara semua pihak.
Kunjungan ke Thailand itu menyusul perjalanan Min Aung Hlaing ke Laos pada Juli, kunjungan resmi pertamanya ke negara anggota ASEAN lainnya sejak menjadi presiden setelah pemilu Myanmar yang diadakan antara Desember dan Januari.
Dia juga mengunjungi India dan China pada Mei dan Juni.
Kunjungan sebelumnya ke Thailand adalah pada April 2025, ketika dia menghadiri KTT Inisiatif Teluk Benggala untuk Kerja Sama Teknis dan Ekonomi Multisektoral di Bangkok.
Sumber: Kyodo
Baca juga: PM Thailand dorong pendekatan bertahap ASEAN untuk krisis Myanmar
Baca juga: Perwakilan ICRC untuk Myanmar temui Aung San Suu Kyi
Penerjemah: Katriana
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































