Jakarta (ANTARA) - Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendukung masyarakat adat dan peladang di Kalimantan Barat, termasuk dalam penanganan karhutla.
Hal itu disampaikan Panglima Jilah seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat. Menurut dia, dukungan kepada masyarakat adat dan penanganan karhutla menjadi bagian pembahasan dalam pertemuan tersebut.
“Beliau mendukung masyarakat adat. Peladang didukung,” ujar Panglima Jilah seusai pertemuan.
Ia mengatakan masyarakat adat memiliki kedekatan dengan alam sehingga turut memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan, termasuk mengawasi aktivitas pembukaan dan pembakaran lahan.
Baca juga: Panglima Jilah dipanggil Prabowo terkait penanganan karhutla
Panglima Jilah menyebut masyarakat adat selama ini melakukan sosialisasi melalui tokoh-tokoh adat agar warga tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat melalui pengerahan personel.
Menurut Jilah, Presiden juga bersedia mendukung penambahan personel untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Selain pengerahan personel, pemerintah telah menyiapkan dukungan berupa penambahan helikopter serta upaya modifikasi cuaca untuk membantu menangani karhutla.
Panglima Jilah berharap dukungan tersebut dapat memperkuat penanganan karhutla sekaligus memastikan masyarakat adat tetap dilibatkan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.
Baca juga: Menhut: Penanganan karhutla mencakup pemadaman hingga bantuan sosial
Baca juga: Ketua MPR: Karhutla memprihatinkan, tapi pemerintah serius menangani
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































