Pakta nuklir AS-Rusia berakhir, perundingan terancam hambatan serius

2 hours ago 1

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) dan Rusia perlu mengatasi sejumlah hambatan serius agar dapat memulai negosiasi terkait perjanjian senjata nuklir baru, kata Direktur Eksekutif Arms Control Association (ACA) Daryl Kimball kepada RIA Novosti.

Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru Rusia-AS (New START) berakhir pada 5 Februari.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada tanggal tersebut bahwa Washington harus meminta para ahli nuklirnya untuk membuat perjanjian baru yang lebih baik dan dimodernisasi yang dapat berlaku dalam jangka waktu yang lama pada masa mendatang.

"Berdasarkan pernyataan Trump, sangat penting bagi AS dan Rusia untuk mengirim tim ahli guna menegosiasikan kerangka kerja perjanjian baru. Pernyataan presiden lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, tetapi ada hambatan utama yang perlu diatasi oleh kedua belah pihak," kata Kimball.

Dia menyerukan kedua belah pihak untuk menghindari penambahan hulu ledak nuklir, sementara para negosiator berupaya merumuskan rincian kerangka kerja pengendalian nuklir yang baru.

Pada September, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia siap untuk terus mematuhi pembatasan Perjanjian New START selama satu tahun setelah 5 Februari 2026.

Dia menjelaskan bahwa langkah-langkah untuk mematuhi pembatasan perjanjian akan efektif jika AS memberikan tanggapan. AS tidak mengeluarkan tanggapan resmi, sehingga pakta nuklir tersebut berakhir masa berlakunya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Lavrov: Rusia pantau langkah AS usai traktat nuklir New START berakhir

Baca juga: Perjanjian AS-Rusia berakhir, Trump kaji uji coba senjata nuklir

Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |