Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pilot dan kopilot pesawat perintis meninggal dunia diduga akibat ditembak di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pesawat tersebut mendapat tembakan saat mendarat di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
"Pada (Rabu, 11/2) pukul 11.05 WIT pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu, sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan," kata Lukman dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Lukman mengatakan pihaknya menerima laporan dari Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua Selatan terkait kejadian penembakan terhadap pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT. Smart Cakrawala Aviation rute penerbangan Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW).
Berdasarkan laporan awal, lanjut Lukman, pesawat yang ditembak tersebut merupakan penerbangan perintis FLT/no. Reg PK-SNR dengan Type A/C C208B Ex.
"Rute TMH-DNW (Koroway Batu) - TMH, jumlah crew/pilot dua, jumlah penumpang 12 dewasa dan 1 bayi," ujarnya.
Pesawat tersebut dilaporkan berangkat pada pukul 10.38 WIT dari Bandar Udara Tanah Merah. Lalu pada pukul 11.05 WIT pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu, sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan.
Lukman menyebutkan hingga saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke dan Kepala Satuan Pelayanan/pegawai yang ada di Bandar Udara Koroway Batu.
"Pada pukul 13. 26 WIT kami mendapat informasi bahwa kedua pilot menjadi korban penembakan dan telah meninggal dunia sedangkan 12 penumpang dan 1 bayi selamat," jelasnya.
"Untuk informasi selanjutnya akan disampaikan sesuai dengan perkembangan informasi di lapangan," tambah Lukman.
Baca juga: Kaops: Pilot dan kopilot Smart Air tewas ditembak KKB di Korowai
Baca juga: Kelompok bersenjata tembak pesawat Smart Air, pilot-kopilot tewas
Baca juga: Polri terjunkan tim untuk dalami penembakan pesawat Smart Air
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































