Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Kebudayaan era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai orkestrator pemajuan kebudayaan nasional Indonesia.
“Peran Kementerian Kebudayaan menjadi penting sebagai orkestrator pemajuan kebudayaan nasional Indonesia. Keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan kolektif seluruh ekosistem bangsa mulai dari pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, diplomasi hingga teknologi digital,” kata Fadli dalam orasi ilmiah di Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan itu, Fadli menambahkan bahwa Indonesia lebih dari sekedar bangsa, melainkan negara pusat peradaban dunia dengan fondasi megadiversitas.
"Indonesia adalah teater kekayaan purba, di mana setiap lapisan stratigrafi merekam perjalanan epik manusia dari Homo Erectus pertama hingga manusia modern," jelasnya.
Usia perjalanan peradaban yang tua, telah dilalui bangsa Indonesia yakni 1,8 juta tahun yang lalu ditandai dengan berbagai hasil penelitian arkeologi yang menjadi bukti ontologis bahwa Indonesia salah satu pusat peradaban tertua umat manusia.
Baca juga: Fadli Zon raih gelar profesor kehormatan dari Universitas Nasional
Atas dasar peradaban tersebut, pihaknya menyiapkan tiga hal mendasar yang penting, pertama yakni melakukan Reinventing Indonesian Identity sebagai episentrum peradaban dunia melalui lensa megadiversity.
"Sebuah konsep yang tak hanya sekadar sebagai deskriptor biologis tetapi sebagai episteme peradaban yang membentuk karakter unik bangsa," katanya.
Kedua yakni menghadirkan gagasan Out of Nusantara yakni perspektif alternatif yang merevisi narasi dominan teori out of Africa dalam memahami evolusi dan persebaran manusia modern.
Ketiga yakni merumuskan strategi politik kebudayaan untuk merestorasi posisi Indonesia sebagai Ibu Kota Peradaban Dunia.
"Sebagai pengakuan atas realitas historis yang selama ini tertutupi," katanya.
Adapun orasi ilmiah tersebut disampaikan dalam rangka penganugerahan gelar oleh Universitas Nasional (Unas) yakni Profesor Kehormatan bidang/keilmuan politik dan kebudayaan untuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Dalam gelaran tersebut, sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih tampak hadir di antaranya Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra Menteri HAM Natalius Pigai, Wamen Kebudayaan Giring Ganesha hingga Wamen Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.
Baca juga: Menbud tetapkan lima desa peraih penghargaan "Apresiasi Desa Budaya"
Baca juga: Menbud kunjungi Huta Art Space, dorong pemajuan budaya lokal
Baca juga: Menbud: Gedung eks Keresidenan Besuki layak jadi cagar budaya
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































