Orang tua diminta tingkatkan pengawasan terhadap anak saat tahun baru

1 month ago 28

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Prof Dr Susanto meminta kalangan orang tua termasuk di Jakarta meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap anak, khususnya pada malam dan masa libur Tahun Baru 2026.

“Tahun baru tidak boleh menjadi celah bagi anak untuk terpapar aktivitas yang negatif, berisiko dan merugikan masa depan,” ujar Ketua KPAI periode 2017-2022 itu di Jakarta, Sabtu.

Dia mengharapkan, orang tua berperan aktif dalam mengarahkan kegiatan anak secara bijak dan bertanggung jawab.

Orang tua disarankan untuk mencegah dan melarang anak melakukan sejumlah kegiatan yang berisiko berdampak negatif. Salah satunya keluar rumah hingga larut malam tanpa pengawasan dan tujuan yang jelas.

Kemudian, melarang anak terlibat dalam pergaulan bebas yang tidak terkendali serta berkumpul di lingkungan rawan dan penyalahgunaan minuman keras, narkoba hingga zat adiktif lainnya.

Baca juga: Wisatawan diimbau tidak nyalakan kembang api di Kepulauan Seribu

Baca juga: Ada D’Masiv saat malam Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta

Kegiatan yang juga sebaiknya dilarang, yakni konvoi kendaraan, balap liar dan penggunaan kendaraan tanpa izin atau membahayakan keselamatan.

Kegiatan lainnya yang perlu juga dilarang, yakni menyalakan atau bermain petasan dan kembang api berbahaya, terlibat aksi vandalisme, tawuran dan tindakan melanggar hukum lainnya.

Selain itu mengakses dan terlibat dalam konten digital negatif, provokatif atau tantangan berisiko di media sosial (medsos).

“Tahun Baru 2026 merupakan momentum penting bagi keluarga untuk menjaga keselamatan, membangun karakter serta menanamkan nilai tanggung jawab kepada anak-anak dan remaja,” katanya.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |