Makassar (ANTARA) - Tim SAR gabungan masih berjuang mengevakuasi lima korban berada dalam jurang dan satu lainnya berhasil diangkat ke puncak usai ditemukan pada bagian ekor Pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
"Satu paket telah bersama dengan tim SAR gabungan. Masih ada lima paket lagi yang akan di evakuasi. Ketika di temukan berjarak masing-masing paket sejauh 50 meter, di tempat di mana tidak ada serpihan (pesawatnya)-nya," ujar Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan, Kamis.
Ia menjelaskan, operasi difokuskan pada penyisiran intensif pada sektor puncak dan area sekitarnya dengan mengerahkan unsur tim darat maupun udara.
Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan Helikopter Caracal untuk memperluas cakupan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat dalam pencarian korban.
Baca juga: Basarnas: OMC membantu tim SAR menemukan korban pesawat ATR 42-500
Dari laporan yang diterima, pukul 09.22 WITA-10.11 WITA tim SAR gabungan menemukan enam korban tersebut. Satu paket telah berhasil diangkat dari kedalaman jurang sedalam 350 meter ke atas puncak Gunung Bulusaraung.
"Sejak pagi empat personel tim puncak menyisir di sisi kiri line, sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan enam korban di titik koordinat yang saling berdekatan," ujar Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan, Kamis.
Selain itu, sejumlah SRU dikerahkan ke masing-masing sektor pencarian dengan kekuatan personel yang bervariasi, sebelum akhirnya seluruh unsur diarahkan menuju lokasi penemuan korban berdasarkan titik koordinat yang telah dipastikan.
Dukungan udara kembali dilakukan menggunakan Helikopter Bell 429 untuk rencana dropping personel dan logistik. Namun, misi tersebut terpaksa dibatalkan dan helikopter kembali ke home base di Lanud Sultan Hasanuddin akibat kondisi cuaca buruk di lokasi.
Baca juga: Basarnas: Enam korban pesawat ATR dalam proses evakuasi SAR gabungan
"Medan yang sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan utama di lapangan. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan," paparnya.
Informasi yang masuk, satu paket (jenazah) yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan tersebut telah dibawa ke Posko DVI Biddokes Polda Sulsel untuk dilakukan identifikasi. Dilaporkan, korban dalam perjalan menuju Rumah Sakit Bayangkara, Makassar.
Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyebutkan, operasi SAR hari pertama dan kedua telah ditemukan dua jenazah dengan kondisi utuh. Pada hari kedua, ditemukan sejumlah body part atau potongan tubuh.
"Hari ini ada enam (ditemukan), jadi sembilan korban, jadi kurang satu (total 10 orang korban). Kita memastikan, kita dapatnya sembilan," ucap Arif menyebutkan.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) ini membawa total 10 orang dan dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Baca juga: KNKT investigasi penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































