Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan melalui operasi modifikasi cuaca dan bom air (water bombing)
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Raja Darmika, dikonfirmasi dari Batam, Senin, mengatakan pelaksanaan modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung pada Selasa (31/3), dengan menyesuaikan kedatangan bahan baku yang dibutuhkan ke Natuna. Kegiatan modifikasi cuaca tersebut akan menggunakan pesawat jenis Skytrack.
Sementara water bombing dijadwalkan pada hari yang sama, jika tidak memungkinkan diundur pada Rabu (1/4) dengan menggunakan helikopter. Kedua kendaraan ini sudah ada di Natuna, tepatnya di Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna.
“Titik yang menjadi prioritas adalah wilayah Batubi (Kecamatan Bunguran Batubi) untuk water bombing. Sementara modif cuaca, belum ditentukan karena masih dalam tahap memantau pergerakan awan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika),” ucap dia.
Baca juga: BMKG: Musim kemarau di Sumsel mulai Mei 2026, puncaknya Juli-Agustus
Teknologi modifikasi cuaca (TMC) merupakan metode untuk menyemai awan menggunakan bahan tertentu untuk memicu terjadinya hujan. Sedangkan bom air merupakan teknik pemadaman dengan menjatuhkan air dalam jumlah besar dari udara langsung ke titik api, sehingga efektif menjangkau area yang sulit diakses dari darat.
Kedua peralatan ini merupakan dukungan dari pemerintah pusat, setelah Pemkab Natuna mengirimkan surat permohonan operasi modifikasi cuaca dan bom air.
Permohonan dilakukan karena dalam beberapa hari terakhir luas hutan dan lahan yang terbakar di wilayah itu mencapai ratusan hektare dan peralatan di daerah itu belum memadai untuk mengatasinya.
Langkah itu melibatkan berbagai pihak, antara lain TNI, Polri, dan BMKG dan diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla serta mencegah kebakaran di wilayah Natuna semakin luas, sebab masih ada beberapa titik api yang terpantau di beberapa area.
“Modifikasi cuaca akan dilakukan oleh tim operasional udara untuk membantu proses pemadaman,” katanya.
Baca juga: BNPB: Delapan hektare lahan gambut di Kaltim dan Kaltara terbakar
Pewarta: Muhamad Nurman
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































