Nusron serahkan sertifikat wakaf dan bantuan untuk Masjid di Aceh

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyerahkan sertifikat tanah wakaf dan menyalurkan bantuan tahap awal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pembangunan masjid yang terkena dampak bencana hidrometeorologi pada 2025 silam.

"Saya menyerahkan sertifikat hadir atas nama Menteri ATR/Kepala BPN," kata Nusron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Pada kesempatan itu, Menteri Nusron menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Salman Alfarisi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain itu, Nusron yang juga Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana dalam Dewan Pimpinan Pusat MUI menyerahkan himpunan dana donatur untuk mendukung rehabilitasi rumah ibadah di wilayah terdampak bencana.

Nusron mengatakan bahwa untuk Provinsi Aceh, MUI menetapkan Masjid Salman Alfarisi sebagai penerima bantuan pembangunan dengan total nilai Rp2 miliar yang akan disalurkan bertahap sesuai progres pembangunan.

"Saya juga hadir atas nama MUI untuk menyampaikan titipan para donatur. Ini bukan bantuan dari saya, melainkan amanah yang dititipkan melalui MUI untuk membantu masyarakat terdampak bencana," ujar Menteri Nusron.

Pada tahap awal, pihaknya menyerahkan sebesar Rp500 juta dan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan pembangunan di lapangan.

Baca juga: Nusron targetkan 2.000 sertifikat tanah di Aceh Tamiang pulih Desember

Baca juga: Pemerintah pastikan ketersediaan lahan huntap korban banjir di Aceh

Proses rehabilitasi pascabencana di Aceh Tamiang masih terus dilakukan. Pemerintah tengah fokus pada perbaikan sektor pertanian, infrastruktur, dan hunian warga.

Kementerian Pertanian telah merehabilitasi 2.212 hektare sawah melalui program Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, sementara pembangunan 200 unit Hunian Tetap (Huntap) dari Yayasan Buddha Tzu Chi dan Huntap in-situ terus berlangsung untuk warga terdampak.

Selain itu, pemerintah mempercepat pemulihan sertifikat tanah masyarakat terdampak dan menjalankan program padat karya untuk membangkitkan ekonomi warga.

Pemerintah Provinsi Aceh juga secara intensif melakukan evaluasi agar rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur vital berjalan sesuai target.

Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Nusron juga meninjau kondisi terkini pelaksanaan layanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang dan meninjau lokasi hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.

Dalam sektor pertanahan, Kementerian ATR/BPN mendukung proses rehabilitasi antara lain melalui penyiapan lahan untuk pembangunan Huntap, penerbitan sertifikat pengganti bagi masyarakat yang dokumennya hilang atau rusak akibat bencana, serta penyusunan skema konsolidasi tanah bagi kawasan yang mengalami perubahan fisik akibat banjir.

Baca juga: Sarana akses internet di hunian sementara Sekumur akan ditingkatkan

Baca juga: Alumni UGM serahkan 26 unit huntara untuk korban bencana Aceh Tamiang

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |