NTB kantongi realisasi investasi Rp18,06 triliun triwulan I 2026

3 hours ago 2
Capaian tersebut menunjukkan NTB masih menjadi daerah yang menarik bagi investor

Mataram (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengantongi realisasi investasi sebesar Rp18,06 triliun pada triwulan I 2026 dengan porsi mencapai 26,3 persen dari target investasi tahun ini yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak Rp68,64 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan NTB masih menjadi daerah yang menarik bagi investor meski di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi ekonomi dunia.

"Capaian tersebut menunjukkan NTB masih menjadi daerah yang menarik bagi investor, terutama pada sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar dia dalam pernyataan di Mataram, Selasa.

Lapangan usaha energi dan sumber daya mineral menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi dengan nilai mencapai Rp12,92 triliun atau setara 71,5 persen dari total realisasi penanaman modal sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Riadi memaparkan sektor kedua yang mencatatkan realisasi besar penanaman modal adalah industri. Lapangan usaha itu menyumbang realisasi investasi sebanyak Rp1,67 triliun.

"Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menempati posisi ketiga dengan realisasi mencapai Rp202 miliar," papar dia.

Pemerintah NTB menilai kondisi geopolitik dunia yang memberikan dampak terhadap iklim investasi global tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap minat investasi sektor strategis di daerah.

Irnadi menyampaikan calon investor bidang pertambangan memang mengalami perlambatan akibat situasi geopolitik global, namun kondisi tersebut masih relatif terkendali.

"Kami terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan investasi, salah satunya dengan memperkuat investasi berbasis hilirisasi dan industri pengolahan," kata dia.

Lebih lanjut Irnadi menyampaikan sejumlah investor mulai menunjukkan ketertarikan terhadap pengelolaan hasil perikanan di kawasan Samota—akronim dari Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora.

Pemerintah NTB mendorong pengembangan industri pengolahan lain yang mampu menghasilkan produk akhir bernilai tambah dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Kami optimistis target investasi tahun ini sebesar Rp68,64 triliun dapat tercapai melalui kolaborasi berbagai pihak dan optimalisasi potensi daerah," pungkas dia.

Baca juga: ITDC: Kondisi investasi di Mandalika kondusif dan bergerak

Baca juga: Kanada jadikan NTB mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |