Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tidak ada laporan mengenai korban jiwa yang timbul akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 13 desa di Kabupaten Lebak, Banten.
"Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemantauan dampak kedaruratan di lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Baca juga: 100 rumah di Sentral Rangkasbitung Lebak tergenang banjir
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan bencana hidrometeorologi basah tersebut melanda 13 desa yang berada di lima kecamatan secara serentak pada Minggu (24/5) pukul 15.00 WIB.
Adapun sebaran wilayah yang dikepung banjir dan longsor meliputi Desa Gunung Wangun, Desa Neglasari, Desa Hegarmanah, Desa Cikadu, Desa Kujangjaya, Desa Cisungsang, dan Desa Ciherang, Kecamatan Cibeber.
Selanjutnya, dampak bencana juga meluas hingga ke Desa Gunung Sari di Kecamatan Banjarsari, Desa Leuwidamar di Kecamatan Leuwidamar, Desa Cikatomas dan Desa Girimukti di Kecamatan Cilograng, serta Desa Cidikit dan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah.
Baca juga: Ratusan rumah di Lebak terendam banjir
Baca juga: BPBD Lebak: 2.247 rumah terdampak banjir, longsor, pergerakan tanah
Menurut Abdul, sedikitnya 33 unit rumah warga terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 30 - 50 sentimeter, dimana tujuh rumah diantaranya rusak ringan, sedang hingga berat.
Selain pemukiman, longsoran terparah melanda Jalan Stimulya Kujangsari yang menutup seluruh akses jalan, namun hingga Senin (25/5) tim gabungan daerah bahu-membahu menurunkan alat berat untuk membuka kembali jalur tersebut, sementara banjir dilaporkan mulai berangsur surut.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































