Bantuan stimulan penyintas banjir Aceh Utara tahap II cair

3 hours ago 4

Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Utara Ismail A.Jalil menyatakan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) dan bantuan Isi Hunian Tahap II dengan anggaran Rp28,7 miliar untuk 3.586 kepala keluarga penyintas banjir di daerah itu sudah cair.

"Alhamdulillah, BSSE mulai cair menjelang Lebaran Idul Adha 1447 Hijriah dan ini tentu sangat bermanfaat serta membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan," kata Ismail A.Jalil di sela penyerahan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi dan bantuan Isi Hunian Tahap II secara simbolis untuk penyintas banjir di Kecamatan Baktiya, Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan penyerahan bantuan tersebut bersifat simbolis, sementara pencairan bantuan lainnya akan dilanjutkan setelah Lebaran dengan tetap mengacu pada administrasi dan validasi data dari pemerintah pusat.

Baca juga: Bupati salurkan jadup tahap II untuk penyintas banjir Aceh Utara

Dalam kesempatan itu, Bupati menampung sejumlah aspirasi dan keluhan yang disampaikan warga, mulai dari persoalan tanggul irigasi, jalan rusak, hingga persoalan air bersih PDAM di Gampong Alue Bili Geulumpang.

Menurut dia, peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik tersebut justru membawa banyak hikmah bagi percepatan penanganan pasca-bencana di Aceh Utara.

“Alhamdulillah, banyak hikmah yang kita dapat. Saat ini sekitar 4.500 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dan 1.500 unit hunian tetap (huntap) sedang dalam proses pembangunan,” ujar Bupati yang akrab disapa Ayah Wa itu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara Fakhrurrazi menjelaskan bahwa pencairan tahap ini menyasar sekitar 50 gampong yang tersebar di enam kecamatan, yakni Baktiya, Sawang, Muara Batu, Jambo Aye, Langkahan, dan Seunuddon.

“Bantuan yang dicairkan hari ini meliputi stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga serta bantuan isi hunian sebesar Rp3 juta,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara menambahkan terkait bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang sebelumnya belum tersalurkan agar segera diproses percepatannya.

Kalaksa mengimbau agar data korban yang masih tertinggal segera didata kembali, karena pengajuan susulan masih memungkinkan dilakukan, sehingga dipastikan tidak ada warga yang terlewat.

“Jangan sampai ada data yang tertinggal. Jika masih ada warga yang belum masuk, silakan didata kembali, karena masih bisa diajukan susulan. Ini informasi resmi dari BPBD,” ujarnya.

Baca juga: 151 keluarga penyintas bencana di Pidie Jaya direlokasi ke huntara

Baca juga: Kala pohon pinang jadi pengingat sujud penyintas bencana

Terkait program hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, BPBD menegaskan bahwa penempatannya diprioritaskan bagi masyarakat dengan kategori rumah rusak berat sesuai ketentuan dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) penerima manfaat.

Sedangkan untuk bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE) kecamatan lainnya yang belum cair, sudah diusulkan dan sedang menunggu proses pencairan dari Kementerian Sosial.

Pemkab Aceh Utara pada tahap ketiga mengajukan sebanyak 58.528 kepala keluarga (KK) dan datanya sudah diantar langsung oleh Ayah Wa ke Jakarta dengan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan P3A serta Plt. Kalaksa BPBD Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |