Gorontalo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat di seluruh kabupaten dan kota agar meningkatkan kesiapsiagaan menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara akibat curah hujan tinggi, Selasa malam.
Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu meluapnya sungai, genangan air, hingga banjir di daerah rawan.
“Warga diharapkan tetap waspada terutama yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, dan kawasan rawan banjir. Jika hujan turun dalam durasi lama, masyarakat diminta segera mengamankan barang berharga dan memantau kondisi lingkungan sekitar,” ujar Rusli di Gorontalo.
Ia menjelaskan BPBD Provinsi Gorontalo terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan perkembangan situasi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).
Selain itu, koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, serta relawan terus diperkuat guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Hujan lama, lima desa di Gorontalo Utara terendam banjir berarus deras
BPBD Provinsi Gorontalo juga menerima laporan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo Utara pada Selasa malam setelah hujan deras mengguyur daerah itu sejak sore hari.
Akibatnya, beberapa titik permukiman dan akses jalan dilaporkan tergenang air dengan ketinggian bervariasi sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Saat ini petugas BPBD bersama aparat pemerintah daerah dan relawan masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir serta memantau kondisi warga terdampak di lapangan.
Rusli mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan memperparah risiko banjir.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat desa maupun BPBD setempat apabila terjadi peningkatan debit air atau muncul tanda-tanda bencana lainnya.
“Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi terkait cuaca dan kebencanaan serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.
Dengan kesiapsiagaan bersama, lanjut dia, risiko dan dampak bencana banjir diharapkan dapat diminimalisasi demi keselamatan masyarakat.
Baca juga: Tim gabungan intensif tangani banjir bandang di Bone
Baca juga: Banjir bandang rendam 16.156 rumah di Musi Rawas Utara
Pewarta: Faradila Alim
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































