Batam (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan terus melengkapi sarana dan prasarana RSUD Embung Fatimah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk memperkuat layanan kesehatan, khususnya penanganan Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi (KJSU).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dukungan tersebut diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan rumah sakit.
“Nanti akan dikasih (peralatan kesehatan) karena sudah masuk juga proposal di Kemenkes. CT scan sudah masuk satu, nanti bertahap sampai tahun 2027-2028 akan masuk,” kata Menkes Budi Gunadi di Batam, Jumat.
Setelah CT scan, lanjut Menkes, fasilitas yang perlu dilengkapi untuk mendukung penanganan stroke salah satunya adalah cath lab.
Baca juga: Kemenkes: 96,2 persen dana pengadaan alkes katastropik diserap daerah
“Sesudah punya CT scan, dia harus bisa punya cath lab. Mudah-mudahan itu bisa tetap terealisasi, sehingga teman-teman bisa melakukan layanan penanganan stroke ini dengan lebih baik,” ujar Menkes.
Menkes Budi berharap kelengkapan fasilitas tersebut dapat meningkatkan kemampuan RSUD Embung Fatimah dalam menangani pasien, sehingga semakin banyak kasus tidak perlu dirujuk ke luar daerah.
“Harapan saya kalau bisa 80-90 persen orang penanganan stroke berhenti di sini, ditangani dengan baik dan bisa pulang kembali,” kata Menkes.
Selain stroke, penguatan layanan juga diarahkan pada penanganan penyakit jantung dan kanker.
Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Embung Fatimah, Andi Nugraha Sendjaja, mengatakan sekitar 50 persen kebutuhan peralatan medis untuk mendukung kemandirian layanan bedah saraf saat ini telah tersedia.
Baca juga: Kemenkes percepat pemerataan layanan kesehatan lewat pengampuan KJSU
“Sejauh ini rumah sakit kita sudah mendapatkan CT scan dan beberapa alat medis untuk operasi. Itu sekitar 50 persennya kita sudah ada,” katanya.
Menurut dia, salah satu alat yang dibutuhkan yakni mikroskop khusus bedah.
“Tadi pak Menkes ada juga menawarkan alat endoskopi. Tapi untuk mikroskop ini tadi sudah deal, akan dibantu 100 persen dari kementerian,” ujar Andi Nugraha.
Ia menyambut baik dukungan tersebut karena keberadaan mikroskop dan endoskopi akan memperkuat kemampuan RSUD Embung Fatimah dalam menangani kasus bedah saraf.
Menkes Budi juga menilai kondisi RSUD Embung Fatimah cukup baik dari sisi kebersihan, kerapian, dan pengelolaan fasilitas.
“Bagus, bersih. Saya sudah lihat kota-kota lain, ini salah satu gedung RSUD kabupaten/kota yang paling bersih yang saya pernah lihat,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Baca juga: Menkes luncurkan layanan clipping aneurisma otak perdana RSUD Batam
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































